Powered by Blogger.
Showing posts with label Siraman Rohani. Show all posts
Showing posts with label Siraman Rohani. Show all posts

Inilah Pahala dan Keutamaan Unik Tarawih

Inilah Pahala dan Keutamaan Unik Tarawih


Diriwayatkan dari Ali ibn Abi Thalib, beliau berkata "Rasul Saw pernah ditanya mengenai keutamaan shalat tarawih, beliau menjelaskan dengan sabdanya, yang isinya kurang lebih sebagai berikut:

Malam pertama: pahala shalat tarawih di malam pertama dapat membebaskan seseorang dari dosanya, ia seperti halnya dihari pertama dilahirkan oleh ibunya ke dunia.

Malam kedua: pahala shalat tarawih di malam kedua, membuat ia dan kedua orang tuanya (jika kedua muslim) diampuni oleh Allah

Malam ketiga: seorang malaikat akan berkumandang dari atas arasy "Allah audah mengampuni dosa dosamu yang terdahulu

Malam keempat: pahalanya sama dengan pahala membaca 4 kitab samawi

Malam kelima: pahalanya sama seperti pahala orang yang shaalat di masjidil haram, masjid nabawi, dan masjid al-aqsha.

Malam keenam: pahalanya seperti pahala orang yang berthawaf di bait almakmur di di langit serta segala batu dan benda mati lainnya akan memintakan ampun untuknya.

Malam ketujuh: pahalanya seperi pahala bertemu dengan Nabi Musa as serta membantunya melawan firaun dan haman.

Malam kedelapan: ia akan dianugerahi segala sesuatu yang dianugerahkan pada Nabi Ibrahim as.

Malam kesembilan: ibadahnya akan dinilai seperti ibadahnya Nabj Muhammad Saw.

Malam kesepuluh: akan dianugerahi kebaikan dunia dan akhirat.

Malam kesebelas: akan mendapat pahala bahwa ketika mati ia akan mati tanpa dosa seperti hari pertama ia dilahirkan.

Malam kedua belas: di hari kiamat, wajahnya akan secerah bulan purnama.

Malam ketiga belas: di hari kiamat, akan trbebas dari segala keburukan.

Malam keempat belas: para malaikat akan memberikan kesaksian tentang shalat
 tarawihnya hingga Allah SWT pun tidak akan menghisabnya.

Malam kelima belas: para malaikat, dan malaikat pemikul arasy dan kursiy akan bershalawat (memintakan ampun) untuknya.

Malam keenam belas: Allah akan menuliskan ketetapan bahwa ia terbebas dari bahaya neraka, dan bebas masuk surga.

Malam ketujuh belas: akna dianugerahi apa yang diberikan pada para Nabi

Malam kedelapan belas: malaikat akan mengumandangkan bahwa Allah meridhainya dan kedua orang tuanya.

Malam kesembilan belas: Allah mengangkat derajatnya ke dalam firdaus.

Malam kedua puluh : mendapat pahala para syuhada' dan orang shaleh

Malam kedua puluh satu: Allah membangunkan rumah yang terbuat dari cahaya untuknya di surga.

Malam kedua puluh dua: Di hari kiamat akan terbwbas dari keresahan dan beban fikiran lainnya

Malam kedua puluh tiga: Allah bangunkan sebuah kota untuknya di surga.

Malam kedua puluh empat: mendapat kesempatan 24 doa yang mustajab

Malam kedua puluh lima: Allah membebaskannya dari siksa kubur

Malam kedua puluh enam: Allah angkat pahalanya selama 40 tahun

Malam kedua puluh tujuh: di hari kiamat, ia akan melewayi jembatan secepat kilat

Malam kedua puluh delapan: derajatnya di surga akan diangkat sebanyak 1000 derajat.

Malam kedua puluh sembilan: mendapat pahala 1000 haji maqbul

Malam terakhir: Allah Taala akan memanggilnya " wahai hambaKu, makanlah dari buah buahan surga, mandilah dari air salsabil, minumlah dari telaga kautsar, Akulah Tuhanmu, dan engkau memanglah hambaKu

Demikan, semoga menjadi pembangkit semangat beribadah kita, !!

Cara & Trik Syaithan Menyesatkan Manusia

mengenai kisah ini terdapat banyak versi dan penafsirannya dapat diambil dari tafsir terhadap ayat 16 surat al-Hasyr.

Dalam hal ini, sedikit kami ketengahkan perkataan Ibn Katsir dalam tafsirnya terhadap ayat tersebut, “Yakni seperti orang-orang Yahudi yang tergiur oleh rayuan orang-orang Munafik yang menjanjikan kemenangan dan pertolongan mereka, namun tatkala mereka (orang-orang Yahudi) benar-benar dikepung kaum Muslimin dan terjadi peperangan; orang-orang Munafik tersebut meninggalkan mereka sendirian menghadapi kebinasaan. Permisalan mereka dalam hal ini seperti permisalan syaithan tatkala menggoda manusia agar kafir –wal ‘iyaadzu billah- di mana bila ia (manusia) sudah masuk ke dalam perangkapnya, ia pun berlepas diri darinya dan kabur seraya berkata, ‘Sesungguhnya aku takut kepada Allah, Rabb semesta alam.’”

Ibn Katsir melanjutkan, “Berkenaan dengan ayat ini, sebagian mereka (para mufassir-red.,) menyebutkan sebuah kisah sebagian dari para ahli ibadah yang berasal dari kalangan Bani Israil, yang merupakan contoh bagi permisalan ini bukan sebagai yang dimaksudkan (dikehendaki) dalam penafsiran ayat ini, bahkan ia termasuk darinya beserta kisah nyata lainnya yang mirip dengannya…” (Tafsir Ibn Katsir, Jld.IV, h.436-438)

Dengan demikian, berdasarkan pernyataan Ibn Katsir tersebut, maka kisah yang akan diketengahkan berikut ini juga termasuk salah satu contoh (bukan maksud dari tafsir ayat tersebut) betapa syaithan menggunakan berbagai trik untuk menggoda manusia sehingga pada akhirnya mengikutinya dan terjerumus ke dalam perangkapnya (kafir kepada Allah) kecuali orang-orang yang dirahmati Rabb. Wallahu a’lam.

Jalan Cerita

Ada seorang ahli ibadah (‘Abid) dari kalangan Bani Israil, yang merupakan ahli ibadah pada masanya.

Tersebutlah tiga bersaudara yang memiliki satu-satunya saudara perempuan yang masih perawan. Suatu ketika, ketiga orang ini ingin pergi ikut berjihad di jalan Allah namun mereka tidak tahu kepada siapa saudara perempuan mereka itu akan dititipkan dan mendapatkan tempat yang aman padahal orang tua mereka sudah meninggal dunia. Lalu bersepakatlah mereka untuk menitipkannya kepada seorang ahli ibadah dari kalangan Bani Israil tersebut sebab hanya dia yang mereka percayai.

Karena itu, mereka mendatangi orang tersebut dan memintanya agar bersedia menerima titipan saudara perempuan mereka tersebut sehingga ia bisa tinggal dulu di sampingnya hingga mereka pulang kembali dari perjalanan namun si ahli ibadah ini menolaknya dan berlindung kepada Allah dari mereka dan sikap mereka tersebut. Karena terus didesak dan mereka tetap ngotot, akhirnya dia pun bersedia menerima seraya berkata, “Tolong inapkan dia di sebuah rumah di dekat tempat ibadah yang khusus untukku.” Maka mereka pun membawanya ke tempat itu, kemudian berangkat dan meninggalkannya.

Wanita, saudara perempuan ketiga orang itu pun menginap di rumah sang ahli ibadah itu hingga beberapa masa. Selama itu, dia turun dari tempat ibadahnya (yang berada di atas dan berdampingan dengan rumah di mana wanita itu tinggal) untuk memberinya makan, memanggilnya, lalu wanita itu keluar untuk mengambil makanan yang diletakkannya di suatu tempat.

Maka, syaithan pun memainkan perannya; pertama-tama ia pura-pura peduli dengan si ahli ibadah ini dengan mensugestinya terus agar berbuat baik, akan tetapi ia menyayangkan keluarnya si wanita itu dari rumahnya pada siang hari dengan menakut-nakutinya bahwa cara seperti itu bisa saja dilihat seseorang lalu tertarik pada wanita itu. Dia lalu menganjurkan, “Andaikata kamu sendiri yang berjalan dan meletakkan makanannya di pintu rumah, tempat si wanita itu, tentulah pahalanya bagimu lebih besar.” Si Iblis terus menggodanya dengan hal itu hingga akhirnya, si ahli ibadah itu mengikutinya. Dia datang ke rumah, tempat wanita itu menginap, membawa makanan itu sendiri dan meletakkannya di depan pintunya namun tidak berbicara sepatah kata pun dengannya. Kondisi ini berjalan beberapa lama.

Kemudian Iblis itu datang lagi seraya mensugestinya untuk senantiasa berbuat kebaikan sehingga mendapatkan pahala. Dia berkata, “Andaikata kamu berbicara dengannya sehingga dia bisa merasa terhibur denganmu. Sebab ia tentu dicekam kesepian yang amat sangat.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia berani mengajak si wanita itu berbicara sekalipun sembari melihat dari tempat ibadahnya yang berada di bagian atas.

Setelah itu, Iblis mendatanginya lagi seraya berkata, “Andaikata kamu menghampirinya dengan duduk di pintu tempat ibadahmu seraya mengajaknya berbicara sementara ia juga duduk di pintu rumahnya sambil berbicara denganmu, tentulah ini lebih baik dan lebih membuatnya terhibur (tidak kesepian).” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia pun turun dan duduk di pintu tempat ibadahnya sambil mengajak berbicara si wanita itu yang juga keluar dari rumahnya sambil duduk di pintunya guna meladeninya berbicara. Kondisi ini pun berjalan beberapa lama.

Kemudian Iblis itu datang lagi seraya tidak lupa mensugestinya untuk berbuat kebaikan dan meraih pahala terhadap apa yang dilakukannya. Ia bertutur, “Andaikata kamu keluar saja dari tempat ibadahmu itu, kemudian duduk di dekat pintu rumahnya lalu mengajaknya bicara tentulah akan lebih membuatnya merasa terhibur lagi dan akan lebih baik baginya.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya dia melakukannya juga. Kondisi itu pun berjalan beberapa lama.

Kemudian Iblis datang lagi sembari terus mensugestinya untuk berbuat kebaikan. Ia berkata, “Andaikata kamu mendekatinya dan duduk di samping pintu rumahnya lalu berbicara dengannya tetapi dia tidak usah keluar dari rumahnya, tentu lebih baik.” Maka dia pun melakukannya; turun dari tempat ibadahnya, berdiri di depan pintu si wanita itu lalu berbicara dengannya. Kondisi ini berjalan untuk beberapa waktu.

Setelah itu, Iblis datang lagi seraya berkata, “Andaikata kamu masuk bersama-sama dengannya lalu berbicara akan tetapi dia tidak usah menampakkan wajahnya kepada siapapun, tentulah lebih baik bagimu.” Iblis terus menggodanya hingga si ahli ibadah ini pun memasuki rumah si wanita lalu mengajaknya berbicara sepanjang siang hari itu dan begitu siang sudah habis, ia kembali naik ke tempat ibadahnya.

Keesokan harinya, Iblis datang lagi dan terus membuatnya terbayang-bayang dengan si wanita tersebut hingga akhirnya si ahli ibadah berani memegang pahanya dan menciumnya. Iblis terus memperdayanya dengan membuat hal demikian elok di hadapan matanya dan menggodanya hingga akhirnya dia berbuat zina dengan wanita itu dan menghamilinya. Wanita itu pun kemudian melahirkan anak dari hasil hubungan gelap mereka.

Tak berapa lama setelah itu, Iblis datang lagi seraya berkata kepada si ahli ibadah, “Menurutmu, apa yang dapat kamu perbuat bila saudara-saudara si wanita itu datang lalu mendapatinya telah melahirkan seorang anak? Tidak, Aku tidak dapat menjamin bahwa ia (wanita) tidak membuka rahasia terhadap aib itu atau pun mereka nantinya berhasil menyingkap aibmu. Karena itu, pergilah ke anak itu lalu goroklah dia dan kuburkan, pasti ia (wanita itu) tidak akan angkat bicara karena takut saudara-saudaranya akan berbuat kasar terhadapmu begitu mengetahui apa yang telah kamu lakukan terhadapnya.” Maka, si ahli ibadah ini pun menuruti saja bujukan Iblis itu dengan membunuh anak hasil hubungannya dengan wanita tersebut.

Kemudian Iblis berkata lagi, “Menurutmu, apakah ia (wanita itu) tidak akan angkat bicara kepada saudara-saudaranya mengenai perlakuanmu terhadapnya dan anaknya yang telah kamu bunuh? Tidak, karena itu, singkirkan dan goroklah dia lalu kuburkan bersama anaknya.” Iblis terus menggodanya hingga akhirnya ia pun menggorok wanita itu dan membuang kedua mayat itu ke dalam sebuah lubang, lalu menyumbatnya dengan batu besar kemudian tanahnya diratakan kembali. Setelah itu, ia naik ke tempat ibadahnya seraya terus melakukan ritual. Kondisi ini berlangsung beberapa lama hingga kemudian saudara-saudara wanita itu pulang dari berperang. Mereka datang seraya menanyakan keadaan saudara perempuan mereka. Namun, si ahli ibadah ini dengan mimik sedih menyampaikan bela sungkawanya kepada mereka atas kematiannya dan mendoakan semoga Allah merahmati arwahnya.

Mendengar kejadian itu, mereka berniat tinggal beberapa hari di kuburannya, untuk kemudian kembali menemui sanak saudara mereka.

Begitu malam tiba dan mereka sudah tertidur pulas, datanglah syaithan dalam mimpi mereka menyamar sebagai seorang laki-laki yang sedang bepergian. Lalu ia memulai pertanyaannya kepada kakak sulung dari tiga bersaudara tersebut mengenai kondisi saudara perempuan mereka. Maka si kakak sulung itu memberitahukan kepadanya seperti yang telah dikatakan si ahli ibadah itu mengenai kematiannya, bagaimana dia berbelasungkawa dan menunjukkan lokasi dikuburkannya saudara perempuan mereka tersebut, akan tetapi syaithan –yang menyamar tersebut- menyangkal ucapan si ahli ibadah dan menganggapnya telah berdusta, seraya berkata, “Ia tidak berbicara jujur pada kalian mengenai saudara perempuan kalian tersebut. Sebenarnya, dia telah menghamilinya lalu lahirlah seorang anak, kemudian si ahli ibadah itu menggoroknya dan anak itu karena takut kepada kalian, setelah itu, dia melempar keduanya ke dalam lubang yang digalinya di belakang pintu rumah tempat tinggal sudara wanita kalian itu, tepatnya di sebelah kanan orang yang masuk ke sana. Pergilah ke sana, lalu masuklah ke rumah itu, pasti kalian akan menemukan mayat keduanya sebagaimana yang telah aku beritahukan kepada kalian ini.”

Iblis kemudian mendatangi mimpi saudara nomor dua mereka dan mengatakan kepadanya persis seperti yang dikatakannya kepada kakak sulung mereka, kemudian ia datang lagi ke dalam mimpi si bungsu dan mengatakan hal yang sama.

Tatkala bangun, mereka tertegun-tegun terhadap apa yang masing-masing mereka lihat dalam mimpi. Akhirnya masing-masing bertemu dan berkata kepada saudaranya, “Semalam aku melihat sesuatu yang aneh di dalam mimpi.” Masing-masing saling menceritakan apa yang dilihatnya.

Maka, berkatalah si kakak sulung, “Ini hanyalah mimpi belaka, tidak akan ada apa-apa. Ayo kita berangkat dan anggap saja hal ini sebagai angin lalu.”

“Demi Allah, aku tidak akan berangkat hingga mendatangi tempat tersebut lalu melihat apa yang ada di dalamnya,” kata si bungsu.

Akhinrya, mereka semua menuju ke rumah di mana saudara perempuan mereka pernah tinggal tersebut. Mereka buka pintunya dan mencari lokasi seperti yang disebutkan di dalam mimpi mereka. Ternyata, mereka mendapati saudara perempuan mereka dan anaknya dalam kondisi tergorok di dalam sebuah lubang sebagaimana yang dikatakan kepada mereka dalam mimpi itu. Lalu mereka menanyakan kebenaran hal itu kepada si ahli ibadah, maka ia pun membenarkan apa yang dikatakan Iblis pada mereka di dalam mimpi itu berkenaan dengan apa yang telah diperbuatnya terhadap ke-dua orang tersebut (si wanita dan anaknya).

Mereka kemudian mengangkat perkara tersebut kepaada raja, menurunkannya dari tempat ibadahnya dan menghadirkannya untuk disalib. Tatkala mereka telah mengikatnya di atas kayu untuk dibunuh, datanglah Iblis menjumpai si ahli ibadah itu seraya berkata, “Aku lah temanmu yang tempo lalu telah mengujimu dengan wanita tersebut sehingga ia hamil dan anaknya engkau bunuh. Jika sekarang ini kamu mau patuh padaku dan kafir terhadap Allah Yang menciptakan serta membentukmu, aku akan menyelematkanmu dari kondisimu saat ini.” Maka, si ahli ibadah itupun menjadi kafir kepada Allah. Tatkala ia telah menyatakan kekafirannya, syaithan pun lari dan membiarkan urusannya dengan orang-orang diselesaikan sehingga mereka pun menyalibnya, lalu ia pun dibunuh.

Dan ayat yang berkenaan dengan kejadian ini sebagai permisalan adalah firman-Nya, “(Bujukan orang-orang munafik itu adalah) seperti (bujukan) syaithan ketika dia berkata kepada manusia, ‘Kafirlah kamu.’ Maka tatkala manusia itu telah kafir, ia berkata, ‘Sesungguhnya aku berlepas diri dari kamu karena sesungguhnya aku takut kepada Allah, Tuhan semesta alam. Maka adalah kesudahan keduanya, bahwa sesungguhnya keduanya (masuk) ke dalam neraka, mereka kekal di dalamnya. Demikianlah balasan orang-orang yang zhalim.” (Q.s.,al-Hasyr:16-17)

(SUMBER: Mi`ah Qishshah Wa Qishshah, Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin, karya Muhammad Amin al-Jundy, h.20-25)

Barat Mengakui Muhammad SAW Sebagai Tokoh Terhebat & Paling Berpengaruh Sepanjang Sejarah

Jatuhnya pilihan saya kepada Nabi Muhammad dalam urutan pertama daftar Seratus Tokoh yang berpengaruh di dunia mungkin mengejutkan sementara pembaca dan mungkin jadi tanda tanya sebagian yang lain. Tapi saya berpegang pada keyakinan saya, dialah Nabi Muhammad satu-satunya manusia dalam sejarah yang berhasil meraih sukses-sukses luar biasa baik ditilik dari ukuran agama maupun ruang lingkup duniawi.

Berasal-usul dari keluarga sederhana, Muhammad menegakkan dan menyebarkan salah satu dari agama terbesar di dunia, Agama Islam. Dan pada saat yang bersamaan tampil sebagai seorang pemimpin tangguh, tulen, dan efektif. Kini tiga belas abad sesudah wafatnya, pengaruhnya masih tetap kuat dan mendalam serta berakar.

Sebagian besar dari orang-orang yang tercantum di dalam buku ini merupakan makhluk beruntung karena lahir dan dibesarkan di pusat-pusat peradaban manusia, berkultur tinggi dan tempat perputaran politik bangsa-bangsa. Muhammad lahir pada tahun 570 M, di kota Mekkah, di bagian agak selatan Jazirah Arabia, suatu tempat yang waktu itu merupakan daerah yang paling terbelakang di dunia, jauh dari pusat perdagangan, seni maupun ilmu pengetahuan. Menjadi yatim-piatu di umur enam tahun, dibesarkan dalam situasi sekitar yang sederhana dan rendah hati. Sumber-sumber Islam menyebutkan bahwa Muhamnmad seorang buta huruf. Keadaan ekonominya baru mulai membaik di umur dua puluh lima tahun tatkala dia kawin dengan seorang janda berada. Bagaimanapun, sampai mendekati umur empat puluh tahun nyaris tak tampak petunjuk keluarbiasaannya sebagai manusia.

Umumnya, bangsa Arab saat itu tak memeluk agama tertentu kecuali penyembah berhala Di kota Mekkah ada sejumlah kecil pemeluk-pemeluk Agama Yahudi dan Nasrani, dan besar kemungkinan dari merekalah Muhammad untuk pertama kali mendengar perihal adanya satu Tuhan Yang Mahakuasa, yang mengatur seantero alam. Tatkala dia berusia empatpuluh tahun, Muhammad yakin bahwa Tuhan Yang Maha Esa ini menyampaikan sesuatu kepadanya dan memilihnya untuk jadi penyebar kepercayaan yang benar.

Selama tiga tahun Muhammad hanya menyebar agama terbatas pada kawan-kawan dekat dan kerabatnya. Baru tatkala memasuki tahun 613 dia mulai tampil di depan publik. Begitu dia sedikit demi sedikit punya pengikut, penguasa Mekkah memandangnya sebagai orang berbahaya, pembikin onar. Di tahun 622, cemas terhadap keselamatannya, Muhammad hijrah ke Madinah, kota di utara Mekkah berjarak 200 mil. Di kota itu dia ditawari posisi kekuasaan politik yang cukup meyakinkan.

Peristiwa hijrah ini merupakan titik balik penting bagi kehidupan Nabi. Di Mekkah dia susah memperoleh sejumlah kecil pengikut, dan di Medinah pengikutnya makin bertambah sehingga dalam tempo cepat dia dapat memperoleh pengaruh yang menjadikannya seorang pemegang kekuasaan yang sesungguhnya. Pada tahun-tahun berikutnya sementara pengikut Muhammad bertumbuhan bagai jamur, serentetan pertempuran pecah antara Mektah dan Madinah. Peperangan ini berakhir tahun 630 dengan kemenangan pada pihak Muhammad, kembali ke Mekkah selaku penakluk. Sisa dua setengah tahun dari hidupnya dia menyaksikan kemajuan luar-biasa dalam hal cepatnya suku-suku Arab memeluk Agama Islam. Dan tatkala Muhammad wafat tahun 632, dia sudah memastikan dirinya selaku penguasa efektif seantero Jazirah Arabia bagian selatan.

Suku Bedewi punya tradisi turun-temurun sebagai prajurit-prajurit yang tangguh dan berani. Tapi, jumlah mereka tidaklah banyak dan senantiasa tergoda perpecahan dan saling melabrak satu sama lain. Itu sebabnya mereka tidak bisa mengungguli tentara dari kerajaan-kerajaan yang mapan di daerah pertanian di belahan utara. Tapi, Muhammadlah orang pertama dalam sejarah, berkat dorongan kuat kepercayaan kepada keesaan Tuhan, pasukan Arab yang kecil itu sanggup melakukan serentetan penaklukan yang mencengangkan dalam sejarah manusia. Di sebelah timurlaut Arab berdiri Kekaisaran Persia Baru Sassanids yang luas. Di baratlaut Arabia berdiri Byzantine atau Kekaisaran Romawi Timur dengan Konstantinopel sebagai pusatnya.

Ditilik dari sudut jumlah dan ukuran, jelas Arab tidak bakal mampu menghadapinya. Namun, di medan pertempuran, pasukan Arab yang membara semangatnya dengan sapuan kilat dapat menaklukkan Mesopotamia, Siria, dan Palestina. Pada tahun 642 Mesir direbut dari genggaman Kekaisaran Byzantine, dan sementara itu balatentara Persia dihajar dalam pertempuran yang amat menentukan di Qadisiya tahun 637 dan di Nehavend tahun 642.

Tapi, penaklukan besar-besaran --di bawah pimpinan sahabat Nabi dan penggantinya Abu Bakr dan Umar ibn al-Khattab-- itu tidak menunjukkan tanda-tanda stop sampai di situ. Pada tahun 711, pasukan Arab telah menyapu habis Afrika Utara hingga ke tepi Samudera Atlantik. Dari situ mereka membelok ke utara dan menyeberangi Selat Gibraltar dan melabrak kerajaan Visigothic di Spanyol.

Sepintas lalu orang mesti mengira pasukan Muslim akan membabat habis semua Nasrani Eropa. Tapi pada tahun 732, dalam pertempuran yang masyhur dan dahsyat di Tours, satu pasukan Muslimin yang telah maju ke pusat negeri Perancis pada akhirnya dipukul oleh orang-orang Frank. Biarpun begitu, hanya dalam tempo secuwil abad pertempuran, orang-orang Bedewi ini -dijiwai dengan ucapan-ucapan Nabi Muhammad- telah mendirikan sebuah empirium membentang dari perbatasan India hingga pasir putih tepi pantai Samudera Atlantik, sebuah empirium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia. Dan di mana pun penaklukan dilakukan oleh pasukan Muslim, selalu disusul dengan berbondong-bondongnya pemeluk masuk Agama Islam.

Ternyata, tidak semua penaklukan wilayah itu bersifat permanen. Orang-orang Persia, walaupun masih tetap penganut setia Agama Islam, merebut kembali kemerdekaannya dari tangan Arab. Dan di Spanyol, sesudah melalui peperangan tujuh abad lamanya akhirnya berhasil dikuasai kembali oleh orang-orang Nasrani. Sementara itu, Mesopotamia dan Mesir dua tempat kelahiran kebudayaan purba, tetap berada di tangan Arab seperti halnya seantero pantai utara Afrika. Agama Islam, tentu saja, menyebar terus dari satu abad ke abad lain, jauh melangkah dari daerah taklukan. Umumnya jutaan penganut Islam bertebaran di Afrika, Asia Tengah, lebih-lebih Pakistan dan India sebelah utara serta Indonesia. Di Indonesia, Agama Islam yang baru itu merupakan faktor pemersatu. Di anak benua India, nyaris kebalikannya: adanya agama baru itu menjadi sebab utama terjadinya perpecahan.

Apakah pengaruh Nabi Muhammad yang paling mendasar terhadap sejarah ummat manusia? Seperti halnya lain-lain agama juga, Islam punya pengaruh luar biasa besarnya terhadap para penganutnya. Itu sebabnya mengapa penyebar-penyebar agama besar di dunia semua dapat tempat dalam buku ini. Jika diukur dari jumlah, banyaknya pemeluk Agama Nasrani dua kali lipat besarnya dari pemeluk Agama Islam, dengan sendirinya timbul tanda tanya apa alasan menempatkan urutan Nabi Muhammad lebih tinggi dari Nabi Isa dalam daftar. Ada dua alasan pokok yang jadi pegangan saya. Pertama, Muhammad memainkan peranan jauh lebih penting dalam pengembangan Islam ketimbang peranan Nabi Isa terhadap Agama Nasrani. Biarpun Nabi Isa bertanggung jawab terhadap ajaran-ajaran pokok moral dan etika Kristen (sampai batas tertentu berbeda dengan Yudaisme), St. Paul merupakan tokoh penyebar utama teologi Kristen, tokoh penyebarnya, dan penulis bagian terbesar dari Perjanjian Lama.

Sebaliknya Muhammad bukan saja bertanggung jawab terhadap teologi Islam tapi sekaligus juga terhadap pokok-pokok etika dan moralnya. Tambahan pula dia "pencatat" Kitab Suci Al-Quran, kumpulan wahyu kepada Muhammad yang diyakininya berasal langsung dari Allah. Sebagian terbesar dari wahyu ini disalin dengan penuh kesungguhan selama Muhammad masih hidup dan kemudian dihimpun dalam bentuk yang tak tergoyangkan tak lama sesudah dia wafat. Al-Quran dengan demikian berkaitan erat dengan pandangan-pandangan Muhammad serta ajaran-ajarannya karena dia bersandar pada wahyu Tuhan. Sebaliknya, tak ada satu pun kumpulan yang begitu terperinci dari ajaran-ajaran Isa yang masih dapat dijumpai di masa sekarang. Karena Al-Quran bagi kaum Muslimin sedikit banyak sama pentingnya dengan Injil bagi kaum Nasrani, pengaruh Muhammad dengan perantaraan Al-Quran teramatlah besarnya. Kemungkinan pengaruh Muhammad dalam Islam lebih besar dari pengaruh Isa dan St. Paul dalam dunia Kristen digabung jadi satu. Diukur dari semata mata sudut agama, tampaknya pengaruh Muhammad setara dengan Isa dalam sejarah kemanusiaan.

Lebih jauh dari itu (berbeda dengan Isa) Muhammad bukan semata pemimpin agama tapi juga pemimpin duniawi. Fakta menunjukkan, selaku kekuatan pendorong terhadap gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab, pengaruh kepemimpinan politiknya berada dalam posisi terdepan sepanjang waktu.

Dari pelbagai peristiwa sejarah, orang bisa saja berkata hal itu bisa terjadi tanpa kepemimpinan khusus dari seseorang yang mengepalai mereka. Misalnya, koloni-koloni di Amerika Selatan mungkin saja bisa membebaskan diri dari kolonialisme Spanyol walau Simon Bolivar tak pernah ada di dunia. Tapi, misal ini tidak berlaku pada gerak penaklukan yang dilakukan bangsa Arab. Tak ada kejadian serupa sebelum Muhammad dan tak ada alasan untuk menyangkal bahwa penaklukan bisa terjadi dan berhasil tanpa Muhammad. Satu-satunya kemiripan dalam hal penaklukan dalam sejarah manusia di abad ke-13 yang sebagian terpokok berkat pengaruh Jengis Khan. Penaklukan ini, walau lebih luas jangkauannya ketimbang apa yang dilakukan bangsa Arab, tidaklah bisa membuktikan kemapanan, dan kini satu-satunya daerah yang diduduki oleh bangsa Mongol hanyalah wilayah yang sama dengan sebelum masa Jengis Khan

Ini jelas menunjukkan beda besar dengan penaklukan yang dilakukan oleh bangsa Arab. Membentang dari Irak hingga Maroko, terbentang rantai bangsa Arab yang bersatu, bukan semata berkat anutan Agama Islam tapi juga dari jurusan bahasa Arabnya, sejarah dan kebudayaan. Posisi sentral Al-Quran di kalangan kaum Muslimin dan tertulisnya dalam bahasa Arab, besar kemungkinan merupakan sebab mengapa bahasa Arab tidak terpecah-pecah ke dalam dialek-dialek yang berantarakan. Jika tidak, boleh jadi sudah akan terjadi di abad ke l3. Perbedaan dan pembagian Arab ke dalam beberapa negara tentu terjadi -tentu saja- dan nyatanya memang begitu, tapi perpecahan yang bersifat sebagian-sebagian itu jangan lantas membuat kita alpa bahwa persatuan mereka masih berwujud. Tapi, baik Iran maupun Indonesia yang kedua-duanya negeri berpenduduk Muslimin dan keduanya penghasil minyak, tidak ikut bergabung dalam sikap embargo minyak pada musim dingin tahun 1973 - 1974. Sebaliknya bukanlah barang kebetulan jika semua negara Arab, semata-mata negara Arab, yang mengambil langkah embargo minyak.

Jadi, dapatlah kita saksikan, penaklukan yang dilakukan bangsa Arab di abad ke-7 terus memainkan peranan penting dalam sejarah ummat manusia hingga saat ini. Dari segi inilah saya menilai adanya kombinasi tak terbandingkan antara segi agama dan segi duniawi yang melekat pada pengaruh diri Muhammad sehingga saya menganggap Muhammad dalam arti pribadi adalah manusia yang paling berpengaruh dalam sejarah manusia.

Dikutip dari " 100 Tokoh Paling Berpengaruh Dalam Sejarah " Oleh Michael H. Hart

Anjing Mengungkap Pembunuh Majikan

Mubasysyir ar-Rumy menceritakan bahwa dia pernah mendengar kisah mantan budaknya yang dikenal dengan Abu ‘Utsman, Zakaria al-Madany, sering disebut Ibn Fulanah. Ia seorang tajir yang mulia, banyak harta, terkenal murah hati, dapat dipercaya, orang yang memegang amanah dan juga suka meriwayatkan hadits.

Di dekat rumahnya, di Baghdad ia bertetangga dengan seorang laki-laki dari kalangan orang-orang fanatik yang suka bermain dengan anjing.

Suatu hari ia pergi sampai larut malam untuk suatu hajat, lalu diikuti anjing kesayangannya namun ia mengusirnya, tetapi anjingnya ini tidak mau pulang sehingga terpaksa ia biarkan ikut.

Ia terus berjalan hingga berhenti di tempat ‘mangkal’ beberapa orang yang memendam rasa permusuhan terhadapnya. Mengetahui kehadirannya di situ apalagi dirinya tanpa bersenjata, maka mereka pun menangkapnya. Sementara anjingnya yang ikut membuntuti sang majikan melihat apa yang dilakukan mereka. Rupanya, mereka membawanya masuk ke rumah diikuti anjing dengan diam-diam. Di sana, mereka membunuh majikannya tersebut lalu menguburkannya di sebuah sumur di dalam rumah itu. Karena melihat ada anjing, mereka pun menggebuknya, untung saja anjing itu bisa lari sekali pun terluka. Anjing yang dalam keadaan terluka ini mendatangi rumah majikannya sembari menggonggong namun penghuni rumah tidak menghiraukannya.

Sementara itu, sang ibu merasa kehilangan putranya karena seharian ini belum juga nongol. Namun akhirnya ia dapat mengetahuinya melalui kondisi anjingnya yang mengalami luka cukup parah. Ia berpikir bahwa ini pasti perbuatan orang yang membunuh putranya dan putranya tentu sudah dihabisi. Karena itu, ia pun mengadakan undangan makan dan mengusir anjingnya itu dari pintu.

Akan tetapi, anjing itu tidak beranjak dari pintu itu dan tidak lari. Mereka biasanya dalam beberapa kesempatan selalu mencarinya.

Suatu hari, beberapa orang yang membunuh majikan anjing itu lewat di depan pintu rumahnya sementara anjing saat itu sedang berbaring. Melihat wajah orang-orang tersebut, ia langsung mengenalnya. Seketika ia melukai betis salah seorang dari mereka, menggigit sembari menggelayut di tubuhnya.

Orang-orang itu berusaha menyelamatkan teman mereka dari gigitan anjing namun tidak berhasil sehingga suasana pun jadi gaduh. Kemudian datanglah SATPAM rumah untuk melihat keadaan seraya berkata, “Anjing ini tidak akan bergelayutan pada orang ini kecuali karena ia punya kisah dengannya. Barangkali dia lah yang telah melukainya.”

Tak berapa lama, keluarlah ibu majikan anjing tersebut dan ketika ia melihat wajah orang yang digigit itu sedang digelayuti anjing dan mendengar ucapan SATPAM, ia kemudian melihatnya secara teliti dan mengamatinya. Setelah itu, barulah ia teringat bahwa orang tersebut adalah salah seorang yang pernah bermusuhan dengan putranya dan selalu mencarinya. Bahkan terbetik dalam diri sang ibu bahwa dia lah yang telah membunuh putranya. Akhirnya, ia memastikan hal itu dan menuduh orang tersebut sebagai pelaku pembunuhan. Sang ibu ini lalu memperkarakan orang tersebut kepada pihak kepolisian yang kemudian menahannya setelah sebelumnya dipukul terlebih dahulu agar mau mengaku tetapi sayang ia tidak mau mengaku. Maka, anjing itu pun tetap berada di pintu sel setia menunggu orang tersebut.

Setelah beberapa hari berlalu, orang itu pun dibebaskan. Ketika ia keluar, sang anjing kembali menggelayutinya seperti sebelum-sebelumnya, maka orang-orang pun merasa aneh dengan tingkah anjing tersebut.

Menyikapi kejadian aneh itu, kepala kepolisian merencanakan sesuatu untuk menjebak para pembunuh majikan anjing itu. Ia secara rahasia berbisik kepada beberapa anak buahnya agar memisahkan anjing itu dari orang tersebut, lalu membuntuti kemana orang itu pergi untuk mengetahui kediamannya dan agar dapat terus memantaunya. Maka, perintah itu pun dipatuhi anak buahnya.

Sementara anjing terus berjalan di belakang orang yang dituduh membunuh itu, diikuti anak buah kepala kepolisian yang juga membuntuti dari belakang hingga sampai ke kediaman para penjahat tersebut.

Kemudian polisi yang dikirim atasannya itu mendobrak kediaman tersebut secara mendadak, namun tidak menemukan apa-apa. Lalu anjing yang turut masuk melolong dan mencari-cari letak sumur di mana majikannya dikubur dan dibuang.

Sang polisi berkata, “Gali tempat yang telah digali anjing ini.!” Maka tempat itu pun digali dan ternyata mayat korban dapat ditemukan.

Kemudian penjahat itu dibawa dan dipukuli. Setelah berkali-kali digebuki, barulah ia mengaku bahwa dirinya dan teman-temannya lah yang melakukan pembunuhan itu. akhirnya, ia pun dieksekusi mati sementara teman-temanya yang lain masih terus diburu karena berhasil melarikan diri.

(SUMBER: Nihaayah azh-Zhaalimiin karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, Juz.IX, h.91-94, no.39 sebagai yang dinukilnya dari I’laam Ahl al-‘Ashr al-Ahbaab Bi Ahkaam al-Kilaab karyanya sendiri yang belum dicetak -barangkali sudah dicetak sekarang, red-)

Masuk Islam Karena Dai Buta

Betapa banyak Da’i yang kedua bibirnya tidak perlu berucap sepatah kata pun akan tetapi dengan kondisi dan keistiqamahannya dapat membuat orang mendapatkan hidayah.

Berikut sikap di mana seorang kafir mendapatkan hidayah dan masuk Islam hanya gara-gara akhlak seorang Da’i yang buta.

Adalah seorang laki-laki Jerman yang kemudian mengumumkan keislamannya menceritakan, awal pertama ia mengenal Islam kembali kepada hari-hari di masa mudanya ketika ia melakukan wisata ke Albania di masa liburan sekolah.

Ketika sedang berjalan di salah satu jalan sempit di sana, ia bertabrakan dengan seorang laki-laki. Ketika menyadari dan meminta ma’af, barulah ia tahu bahwa laki-laki yang ditabraknya itu seorang yang buta. Orang buta itu tidak mengerti arti permintaan ma’afnya tersebut karena ia tidak memahami bahasa komunikasinya. Sekali pun begitu, orang buta ini ngotot untuk memegang tangan laki-laki yang telah menabraknya dan mengajaknya berjalan menuju ke rumahnya. Di sana, ia menghidangkan makanan seadanya kepada teman yang baru dikenalnya di tengah jalan.

Saudara kita semuslim dari Jerman mengisahkan, “Kemudian aku melihat laki-laki buta itu melakukan beberapa gerakan yang gambarannya terus melekat di kepalaku, yang akhirnya aku ketahui bahwa itu adalah shalatnya orang-orang Islam. Sikap laki-laki itu mampu menguasai pikiranku untuk beberapa waktu. Ia tidak ngotot untuk mengajakku menemaninya menuju rumahnya namun kemudian ia menghormatiku tanpa imbalan apa pun dan tanpa perlu mengenaliku terlebih dahulu padahal ia tidak memahami bahasaku. Apa yang ia lakukan barusan di hadapanku.? Apa arti gerakan-gerakan itu.? Ketika aku melihat ada bayang-bayang laki-laki itu sedang melakukan gerakan itu, hal ini mendorongku untuk mengenali mereka dan prinsip ajaran agama mereka. Sungguh perjalanan yang panjang hingga akhirnya membuatku masuk Islam. Peristiwa itu adalah benang pertamanya ke arah sana.”

Komentar Syaikh Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar:

Pelajaran dan wejangan yang dapat diambil dari kisah ini bagi seorang Muslim, khususnya bagi seorang Da’i adalah bahwa ucapan yang haq (benar) terkadang bisa berbuah di hati pendengarnya walalu pun setelah mengalami proses yang lama dan keistiqamahan di atas al-Haq dan pengamalannya terkadang juga berpengaruh pada diri orang lain dan dapat menggiring mereka kepada hidayah Allah. Dengan sikap seperti inilah, Islam akan tersiar di hati dan seluruh dunia berkat nur yang Allah titipkan di dalamnya.

(SUMBER: Qashash Wa Mawaaqif Dzaat ‘Ibar, disusun ‘Adil bin Muhammad Al ‘Abdul ‘Ali, hal.57-58 sebagai yang dinukilnya dari buku Mawaaqif Dzaat ‘Ibar karya Dr. ‘Umar Sulaiman al-Asyqar, hal.86, penerbit Daar an-Nafaa’is)

Dampak Dengki

Hasad (iri hati, dengki) adalah penyakit lama yang selalu menyebabkan orang lain tersakiti dan terzhalimi. Sang pendengki selalu berang dan meradang terhadap orang yang tak berdosa. Karena itu, pepatah Arab mengatakan, “Semoga Allah memerangi dengki, alangkah adil-nya Dia, ia (hasad) memulai dari pemilik (tuan)-nya lalu membunuhnya.”

‘Umar bin al-Khaththab RA berkata, “Cukup sebagai bukti si pendengki terhadapmu manakala ia merasa gundah di saat kamu bahagia.”

Allah Ta’ala berfirman di dalam sebagian Atsar Qudsi, “Si pendengki adalah musuh nikmat-Ku, merasa jengkel terhadap perbuatan-Ku dan tidak rela dengan pemberian-Ku.”

Orang-orang Arab berkata, “Seorang tuan (sayyid) hanya mendapatkan dua kemungkinan; pencinta yang selalu memuji atau pendengki yang selalu melukai.”

Ahli fiqih, Abu al-Laits as-Samarqandi RAH berkata, “Lima perkara akan sampai kepada si pendengki sebelum kedengkiannya sampai kepada orang yang didengkinya; pertama, kegundahan yang tiada henti. Kedua, mendapat musibah yang tak berbuah pahala. Ketiga, celaan yang tak berujung pujian. Keempat, kemurkaan Rabb. Kelima, tertutupnya pintu taufiq baginya.

Wahai Muslim! Bertakwalah kepada Allah di dalam dirimu, janganlah sakiti orang-orang dengan hal yang tidak pernah mereka lakukan secara dusta dan palsu. Ingatlah esok hari saat engkau berada di hadapan Allah.!

Ingatlah bahwa dunia tidak berhak menjadi hal yang membuat kita saling dengki atau bermusuhan. Wahai orang yang didengki, bersabarlah atas penyakit si pendengki sebab kesabaranmu akan membunuhnya. Ibarat api, ia akan melalap bagiannya sendiri jika tidak lagi mendapatkan sesuatu yang akan dilalapnya.!

Jadikanlah kisah berikut ini sebagai pelajaran dan dengarkanlah baik-baik!:

Ada seorang Arab Badui menemui khalifah al-Mu’tashim, lalu ia diangkat olehnya menjadi orang dekat dan orang kepercayaannya. Ia kemudian dengan leluasa dapat menemui isterinya tanpa perlu minta izin dulu.

Sang khalifah memiliki seorang menteri yang memiliki sifat dengki. Melihat kepercayaan yang sedemikian besar diberikan sang khalifah kepada orang Arab Badui itu, ia cemburu dan dengki terhadapnya. Di dalam hatinya ia berkata, “Kalau aku tidak membunuh si badui ini, kelak ia bisa mengambil hati sang Amirul Mukminin dan menyingkirkanku.”

Kemudian ia merancang sebuah tipu muslihat dengan cara bermanis-manis terlebih dahulu terhadap si orang Badui. Ia berhasil membujuk si orang Badui itu dan mengajaknya mampir ke rumahnya. Di sana, ia memasakkan makanan untuknya dengan memasukkan bawang merah sebanyak-banyaknya. Ketika si orang Badui selesai makan, ia berkata, “Hati-hati, jangan mendekat ke Amirul Mukminin sebab bila mencium bau bawang merah itu darimu, pasti ia sangat terusik. Ia sangat membenci aromanya.”

Setelah tak berapa lama, si pendengki ini menghadap Amirul Mukminin lalu berduaan saja dengannya. Ia berkata kepada Amirul Mukminin, “Wahai Amirul Mukminin, sesungguhnya si orang Badui itu memperbincangkanmu kepada orang-orang bahwa tuan berbau mulut dan ia merasa hampir mati karena aroma mulut tuan.”

Tatkala si orang Badui menemui Amirul Mukminin pada suatu hari, ia menutupi mulutnya dengan lengan bajunya karena khawatir aroma bawang merah yang ia makan tercium oleh beliau. Namun tatkala sang Amirul Mukminin melihatnya menutupi mulutnya dengan lengan bajunya, berkatalah ia di dalam hati, “Sungguh, apa yang dikatakan sang menteri mengenai si orang Badui ini memang benar.”

Maka, Amirul Mukminin menulis sebuah surat berisi pesan kepada salah seorang pegawainya, bunyinya: “Bila pesan ini sampai kepadamu, maka penggallah leher si pembawanya.!”

Kemudian, Amirul Mukminin memanggil si orang Badui untuk menghadap dan menyerahkan kepadanya sebuah surat seraya berkata, “Bawalah surat ini kepada si fulan, setelah itu berikan aku jawabannya.”

Si orang Badui yang begitu lugu dan polos menyanggupi apa yang dipesankan Amirul Mukminin. Ia mengambil surat itu dan berlalu dari sisi Amirul Mukminin. Ketika berada di pintu gerbang, sang menteri yang selalu mendengki itu menemuinya seraya berkata, “Hendak kemana engkau.?”
“Aku akan membawa pesan Amirul Mukminin ini kepada pegawainya, si fulan,” jawab si orang Badui.

Di dalam hati, si menteri ini berkata, “Pasti dari tugas yang diemban si orang Badui ini, ia akan memperoleh harta yang banyak.” Maka, berkatalan ia kepadanya,
“Wahai Badui, bagaimana pendapatmu bila ada orang yang mau meringankanmu dari tugas yang tentu akan melelahkanmu sepanjang perjalanan nanti bahkan ia malah memberimu upah 2000 dinar.?”

“Kamu seorang pembesar dan juga sang pemutus perkara. Apa pun pendapatmu, lakukanlah!” kata si orang Badui

“Berikan surat itu kepadaku!” kata sang menteri

Si orang Badui pun menyerahkannya kepadanya, lalu sang menteri memberinya upah sebesar 2000 dinar. Surat itu ia bawa ke tempat yang dituju.

Sesampainya di sana, pegawai yang ditunjuk Amirul Mukminin pun membacanya, lalu setelah memahami isinya, ia memerintahkan agar memenggal leher sang menteri.

Setelah beberapa hari, sang khalifah baru teringat masalah si orang Badui. Karena itu, ia bertanya tentang keberadaan sang menteri. Lalu ada yang memberitahukan kepadanya bahwa sudah beberapa hari ini ia tidak muncul dan justeru si orang Badui masih ada di kota.

Mendengar informasi itu, sang khalifah tertegun, lalu memerintahkan agar si orang Badui itu dibawa menghadap. Ketika si orang Badui hadir, ia menanyakan tentang kondisinya, maka ia pun menceritakan kisahnya dengan sang menteri dan kesepakatan yang dibuat bersamanya sekali pun ia tidak tahu menahu apa urusannya. Dan, ternyata apa yang dilakukannya terhadap dirinya itu, tidak lain hanyalah siasat licik sang menteri dan kedengkiannya terhadapnya.

Lalu si orang Badui ini memberitahukan kepada khalifah perihal undangan sang menteri kepadanya untuk makan-makan di rumahnya, termasuk menyantap banyak bawang merah dan apa saja yang terjadi di sana. Ia berkata, “Wahai Amirul Mukminin, Allah telah membunuh dengki, alangkah adilnya Dia! Ia (dengki) memulainya dengan si pemilik (tuan)-nya lalu membunuhnya.”

Setelah peristiwa itu, si orang Badui dibebastugaskan dari tugas terdahulu dan diangkat menjadi menteri. Yah, sang menteri telah beristirahat bersama kedengkiannya.!!

(SUMBER: Nihaayah azh-Zhaalimiin karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, Juz II, hal.89-92)

Mukjizat Sembuh dari Kanker

Ini adalah kisah yang patut dijadikan pelajaran zaman. Kisah seorang wanita bernama, Laila al-Hulw yang sebelumnya tidak penah mengingat Allah dan lupa kepada-Nya. Suatu ketika, ia diberi cobaan dengan penyakit yang menakutkan dan menjijikkan sekaligus mematikan. Barulah setelah itu, ia tersadar dan menyadari bahwa hanya Allah lah tempat berlindung dan memohon. Dia lah Yang Maha Kuasa atas segala sesuatu dan Yang Maha menyembuhkan. Kemudian ia habiskan waktunya untuk mendekatkan diri kepada-Nya di rumah-Nya, Baitullah al-Haram dan di sanalah terjadi kejadian aneh yang akhirnya merubah kehidupannya secara total.

Untuk lebih jelasnya, marilah kita simak penuturannya:

Sudah 9 tahun aku mengidap penyakit yang sangat mengerikan sekali, yaitu penyakit kanker. Semua orang pasti tahu bahwa nama ini sangat menakutkan. Di negeriku, Maroko, orang tidak menyebutnya penyakit as-Sarathan (kanker) tetapi disebut ‘momok’ (al-Ghawl) alias ‘penyakit kotor (al-Maradl al-Khabits).’

Penyakit ini mengenai bagian payudaraku. Sebelumnya, tingkat keimananku kepada Allah sangatlah lemah; aku lalai dari mengingat Allah. Aku mengira bahwa kecantikan seseorang akan abadi selama hidupnya dan masa muda dan kesehatannya juga demikian. Aku sama sekali tidak mengira akan menderita penyakit yang amat berbahaya, kanker. Namun setelah aku benar-benar menderita penyakit ini, jiwaku menjadi sangat guncang. Aku berpikir bagaimana bisa menghindar darinya tetapi hendak kemana? Sementara penyakitku ini akan selalu bersamaku di mana pun aku berada. Aku juga pernah berpikir untuk bunuh diri namun aku masih mencintai suami dan anak-anakku. Aku sama sekali tidak pernah berpikir bahwa Allah akan menyiksaku bilamana aku jadi bunuh diri –sebagaimana yang aku jelaskan tadi- sebab aku orang yang lalai dari mengingat Allah.

Rupanya, melalui penyakit ini Allah ingin memberikan hidayah kepadaku dan melalui perantaraanku pula, Dia memberikan hidayah kepada banyak orang. Setelah itu, mulai semua urusan berkembang.

Ketika menderita penyakit tersebut, aku bersama suamiku pergi ke Belgia untuk berobat dan di sana aku mendatangi beberapa orang dokter terkenal namun mereka semua hampir sepakat mengatakan kepada suamiku bahwa payudaraku harus dihilangkan.

Tidak sebatas itu, aku juga harus menggunakan obat-obat dengan dosis tinggi di mana efek sampingnya dapat merontokkan rambut, melenyapkan bulu mata, kedua alis mata, menumbuhkan seperti jenggot di atas wajah bahkan merontokkan juga kuku dan gigi. Karena itu, aku menolaknya sama sekali seraya berkata, “Aku lebih baik mati dengan tetap memiliki payudara dan rambut serta semua apa yang diciptakan Allah untukku dari pada harus cacat. Lalu aku meminta kepada para dokter agar membuat resep pengobatan ringan untukku dan mereka pun mengabulkannya.

Kemudian aku kembali ke negeriku, Maroko dan aku gunakanlah obat yang diberikan para dokter tersebut. Ternyata obat itu tidak memiliki efek samping apa pun dan ini membuatku senang. Aku berkata pada diriku, “Barangkali saja para dokter itu salah dalam mendiagnosa dan aku sebenarnya tidak menderita penyakit kanker itu.”

Akan tetapi, setelah kira-kira enam bulan kemudian, aku mulai merasakan susutnya berat badanku, warna kulitku banyak berubah dan merasakan berbagai keluhan sakit. Yah, sakit yang selalu bersamaku. Lalu dokter pribadi kami di Maroko menyarankanku agar pergi ke Belgia, maka aku pun berangkat ke sana bersama suami.

Di sanalah, seakan bencana itu benar-benar tiba. Para dokter malah berkata kepada suamiku, “Penyakitnya sudah menyerang seluruh tubuhnya, termasuk kedua paru-paru.” Mereka menyatakan tidak memiliki resep apa pun yang dapat menyembuhkan kondisi yang aku alami tersebut. Kemudian mereka berkata kepada suamiku, “Sebaiknya, anda bawa kembali isterimu ini ke negerimu hingga ia menemui ajalnya di sana.”

Suamiku kaget alang kepalang mendengar pernyataan itu dan tidak mudah percaya begitu saja dengan ucapan mereka. Karena itu, kami bukannya pulang ke Maroko seperti yang disarankan tetapi malah ke Perancis. Kami mengira bahwa pasti ada pengobatan yang dapat menyembuhkan penyakitku itu. Namun, kami tidak mendapatkan apa-apa sehingga akhirnya kami sangat ingin sekali untuk meminta tolong kepada seseorang di sana agar aku dimasukkan ke rumah sakit untuk menghilangkan payudaraku dan menggunakan obat-obat berdosis tinggi itu.

Akan tetapi, suamiku rupanya ingat sesuatu yang selama ini kami lupakan bahkan sepanjang hidup kami. Allah telah memberikan ilham kepada suamiku agar kami berziarah ke Baitullah al-Haram di Mekkah. Kami harus berdiri di hadapan-Nya guna memohon disembuhkan dari penyakit yang aku derita ini. Kami pun melakuan hal itu.

Kami berangkat dari Paris seraya bertahlil dan bertakbir. Aku sangat gembira sekali karena untuk pertama kalinya memasuki Baitullah al-Haram dan melihat Ka’bah yang dimuliakan. Di sebuah toko di kota Paris, aku membeli sebuah mushaf dan setelah itu, kami berangkat menuju Mekkah al-Mukarramah.

Akhirnya, kami sampai juga di Baitullah al-Haram. Tatkala sudah masuk dan melihat Ka’bah, aku banyak menangis karena menyesali atas perbuatanku yang telah lalu. Aku sudah tidak pernah melakukan berbagai kewajiban yang diperintahkan Allah; shalat, puasa, kekhusyu’an dan pasrah diri kepada-Nya.

Aku berkata, “Wahai Rabb, pengobatan terhadap penyakitku sudah membuat tak berdaya para dokter. Sedangkan penyakit itu berasal dari-Mu dan Engkau pulalah Yang Memiliki obatnya. Semua pintu telah tertutup di hadapanku, yang tinggal hanyalah pintu-Mu saja. Karena itu, janganlah Engkau kunci pintu-Mu dati hadapanku.”

Aku pun melakukan thawaf di Ka’bah dan banyak memohon kepada-Nya agar Dia tidak menyia-nyiakan harapanku dan tidak menghinakanku serta dapat membuat tercengang para dokter yang telah memvonisku.

Seperti yang telah aku katakan tadi, dulu aku orang yang lalai dari mengingat Allah dan jahil terhadap agama-Nya. Karena itu, aku mendatangi beberapa ulama dan syaikh yang berada di sana seraya meminta mereka menunjukiku buku dan doa yang mudah dan ringkas untuk aku jadikan pegangan. Lalu mereka menasehatiku agar banyak-banyak membaca al-Qur’an dan meminum air zam-zam sepuas-puasnya. Mereka juga menasehatiku agar memperbanyak berdzikir kepada Allah dan membaca shalawat kepada Rasulullah SAW.

Berada di Baitullah, aku merasakan ketenangan jiwa yang luar biasa. Karena itu, aku minta izin kepada suamiku untuk tetap tinggal di al-Haram dan tidak pulang ke hotel. Dia pun mengizinkanku.

Di al-Haram kebetulan ada beberapa saudariku seiman dari Mesir dan Turki yang menjadi tetanggaku duduk-duduk. Mereka sering melihatku sedang menangis lalu bertanya perihal sebab aku menangis. Aku menjawab, “Karena aku sudah sampai di Baitullah padahal aku tidak mengira akan demikian mencintainya seperti sekarang ini. Kedua, karena aku mengidap kanker.”

Lalu mereka menemaniku dan tidak ingin berpisah. Aku beritahukan kepada mereka bahwa aku berniat I’tikaf di rumah Allah ini. Maka, mereka pun memberitahu kepada suami-suami masing-masing untuk meminta izin tinggal bersamaku. Kami tidak pernah memejamka mata, tidak makan kecuali hanya sedikit. Kami hanya banyak minum air zam-zam sebab di dalam hadits, Nabi SAW, bersabda, “Air zam-zam itu sesuai dengan (tujuan/niat) meminumnya.” (Hadits Shahih, HR.Ibn Majah dan lainnya) Meminumnya karena niat agar disembuhkan, maka Allah akan menyembuhkan anda, meminumnya karena niat agar hilang dahaga, maka Allah akan menghilangkan dahaga anda dan meminumnya karena niat agar berlindung kepada Allah, maka Dia akan melindungi anda.

Benar, Allah telah menghilangkan rasa lapar kami dan kami terus melakukan thawaf. Kami melakukan shalat dua raka’at, lalu mengulangi thawaf lagi. Kami meminum air zam-zam dan memperbanyak bacaan al-Qur’an. Demikianlah, siang dan malam, kami hanya sedikit tidur. Ketika aku sampai di Baitullah, tubuhku kurus sekali, pada sebagian tubuhku bagian atas banyak sekali tumbuh bintik-bintik dan benjolan-benjolan yang menandakan bahwa kanker telah menyerang seluruh anggota badanku bagian atas. Mereka menasehatiku agar membasuh separuh tubuhku bagian atas dengan air zam-zam akan tetapi aku takut bila menyentuh benjolan-benjolan dan bintik-bintik itu, aku akan teringat sakit lantas membuatku terlena dari berdzikir dan beribadah kepada Allah. Aku pun membasuhnya tetapi tanpa menyentuh tubuhku.

Pada hari ke-lima, teman-temanku itu memaksaku agar menyapu seluruh tubuhku dengan sedikit air zam-zam. Pada mulanya, aku menolak tetapi tiba-tiba aku merasa mendapatkan kekuatan yang mendorongku untuk mengambil sedikit air zam-zam lalu menyapunya ke tubuhku. Saat pertama kali, aku merasa cemas, kemudian aku merasakan ada kekuatan lagi, tetapi masih ragu-ragu namun ketika untuk kali ketiganya tanpa terasa aku memegang tanganku lalu menyapu air zam-zam ke tubuh dan payudaraku yang mengeluarkan darah, nanah dan bintik-bintik. Di sinilah, terjadi sesuatu yang tidak pernah aku sangka-sangka. Rupanya, semua bintik-bintik itu lenyap seketika dan aku tidak menemukan sesuatu pun di tubuhkku, tidak rasa sakit, darah atau pun nanah.!!

Pada awal mulanya, aku betul-betul kaget. Karenanya, aku masukkan kembali kedua tanganku ke dalam bajuku untuk mencari penyakit yang dulu bersarang di tubuhku, namun aku tidak mendapatkan sedikit pun benjolan-benjolan itu. Bulu kudukku merinding saking kagetnya, akan tetapi barulah aku teringat bahwa Allah Ta’ala Maha Kuasa atas segala sesuatu. Lalu aku meminta salah seorang temanku untuk menyentuh tubuhku dan mencari bintik-bintik dan benjolan-benjolan, barangkali saja ada. Tiba-tiba mereka berterik tanpa sadar, “Allahu Akbar, Allahu Akbar.!”

Tak berapa lama setelah itu, aku tidak kuasa lagi untuk segera pulang dan memberitahukan perihal tersebut kepada suamiku. Aku memasuki hotel tempat kami menginap, dan begitu sudah berdiri di hadapan matanya, aku robek bajuku seraya berkata, “Lihatlah rahmat Allah.!” Kemudian aku memberitahukan kepadanya apa yang telah terjadi tetapi ia tidak percaya. Ia menangis dan berteriak dengan suara kencang, “Tahukah kamu bahwa para dokter tempo hari telah bersumpah atas kematianmu setelah tiga minggu saja.?” Lalu aku berkata, “Sesungguhnya ajal itu di tangan Allah Ta’ala dan tidak ada yang mengetahui hal yang ghaib selain Allah.”

Setelah itu, kami tinggal di Baitullah selama seminggu penuh. Selama masa-masa itu, aku tidak putus untuk memuji dan bersyukur kepada-Nya atas nikmat-nikmat-Nya yang demikian tidak terhingga. Kemudian kam mengunjungi masjid nabawi untuk melakukan shalat dan berziarah kepada Rasulullah SAW, lalu setelah itu kembali ke Perancis.

Di sana, para dokter tampak benar-benar kaget dan bingung alang kepalang melihat kejadian aneh yang menimpaku. Mereka antusias bertanya, “Apakah benar anda ini si ibu tempo hari yang pernah datang kemari.?” Lalu dengan penuh rasa bangga, aku tegaskan kepada mereka, “Ya, benar dan si fulan itu adalah suamiku. Aku telah kembali kepada Rabbku dan aku tidak akan pernah takut lagi kepada siapa pun selain Allah. Semua takdir berada di tangan-Nya dan segala urusan adalah milik-Nya.”
Mereka bertanya, “Sesungguhnya, kondisimu ini merupakan sesuatu yang sangat aneh sekali sebab benjolan-benjolan itu sudah hilang sama sekali. Izinkan kami untuk mengadakan pemeriksaan sekali lagi.”

Mereka kembali memeriksaku namun tidak mendapatkan sesuatu pun. Sebelumnya, gara-gara benjolan-benjolan itu, aku sama sekali sulit untuk bernafas akan tetapi ketika sampai di Baitullah al-Haram dan aku meminta kesembuhan hanya kepada-Nya, maka sesak nafas itu pun hilang.

Setelah peristiwa aneh itu, aku bergiat mencari tahu mengenai riwayat hidup Nabi Muhammad SAW, riwayat hidup para shahabatnya dan aku banyak menangis. Aku menangisi masa laluku karena sudah sekian lama melewatkan waktu dengan sia-sia dan tidak dapat mengecap rasa cinta kepada Allah dan Rasul-Nya. Aku menyesali hari-hari yang telah aku sia-siakan dan membuatku jauh dari-Nya itu. Aku memohon kepada Allah agar menerima amalanku dan menerima taubatku, suamiku dan seluruh kaum Muslimin.

(SUMBER: asy-Syifaa` Ba’da al-Maradl karya Ibrahim bin ‘Abdullah al-Hazimy, h.47-54, sebagai yang dinukilnya dari buku al-‘Aa`iduun Ilallaah, h.65, disusun Muhammad al-Musnid)

membuktikan adanya Allah

ِSebagai salah satu dari 4 Imam besar dalam 4 Madzhab Islam, Imam Syafi'iy adalah salah satu ulama serta fuqaha' yang paling cerdas, Allah mempercayakan beliau dengan akal sehat yang tajam, hal tersebut dapat kita lihat dari kejadian yang pernah beliau alami

ذات يوم جاء بعض الناس إلى الإمام الشافعي، وطلبوا منه أن يذكر لهم دليلاً على وجود الله عز وجل.ففكر لحظة، ثم قال لهم: الدليل هو ورقة التوت.فتعجب الناس من هذه الإجابة، وتساءلوا: كيف تكون ووقة التوت دليلاً على وجود الله؟! فقال الإمام الشافعى: "ووقة التوت طعمها واحد؛ لكن إذا أكلها دود القز أخرج حريرا، وإذا أكلها النحل أخرج عسلاً، وإذا أكلها الظبي أخرج المسك ذا الرائحة الطيبة.. فمن الذي وحد الأصل وعدد المخارج؟! ".إنه الله- سبحانه وتعالى- خالق الكون العظيم

Suatu hari, beberapa orang yang berfaham atheisme (tidak percaya adanya Tuhan) mendatangi beliau, mereka meminta beliau membuktikan keberadaan Allah SWT dengan bukti yang logis, beliau terdiam sejenak.

Kemudian beliau pun angkat bicara " bukti keberadaan Allah SWT dapat kalian lihat dari daun pohon besaran itu " mendengar pernyataan sang imam, tamu-tamu beliau merasa heran dengan pernyataan yang mereka anggap kurang logis. mereka saling bertanya satu sama lain " bagaimana bisa ? daun pohon besaran ? ".

Imam Syaf'iy tak kurang akal, memahami keheranan mereka, beliau kemudian menjelaskan " daun tersebut, rasanya cuma satu, tapi jika ulat yang memakannya, yang keluar adalah sutera, dan jika lebah yang memakannya, yang keluar adalah madu, namun jika kijang yang memakan daun tersebut, yang dapat kita ambil hasilnya dalah minyak wangi, ....... "

Sang Imam melanjutkan " ya, begitulah Allah ta'ala, satu tapi menyeluruh ". Dialah Sang Pencipta alam semesta.

Setan (api) tersiksakah dengan neraka

kadang dalam benak kita timbul pertanyaan aneh yang mungkin agak susah untuk dijawab oleh kebanyakan orang, kadang kita menanyakan diri kita " apa mempan setan disiksa dalam api neraka, padahal dia juga api ? ".

kita bisa menyimak jawaban yang sangat logis dari salah satu imam 4 madzhab dalam agama Islam, cerita ini merupakan segelintir pembuktian betapa beliau adalah orang yang dianugerahi dengan akal dan pemikiran yang begitu cerdas dan bersih
في يوم من الأيام ، ذهب أحد المجادلين إلى الإمام الشافعي، وقال له:كيف يكون إبليس مخلوقا من النار، ويعذبه الله بالنار؟!ففكر الإمام الشافعى قليلاً، ثم أحضر قطعة من الطين الجاف، وقذف بها الرجل، فظهرت على وجهه علامات الألم والغضب. فقال له: هل أوجعتك؟قال: نعم، أوجعتني فقال الشافعي: كيف تكون مخلوقا من الطين ويوجعك الطين؟!فلم يرد الرجل وفهم ما قصده الإمام الشافعي، وأدرك أن الشيطان كذلك: خلقه الله- تعالى- من نار، وسوف يعذبه بالنار

Suatu hari, seseorang mendatangi Al-Imam Asy-Syafi'iy untuk mendebatinya dalam perkara setan, ia pun memula pertanyaannya " bagaimana mungkin setan yang tercipta dari api akan mempan dengan penyiksaan dalam neraka yang juga api ? ".

Imam Syafi'iy merenung sejenak, kemudian beliau keluar dan kembali dengan membawa sebongkah tanah liat serta melemparkannya ke wajah tamunya tersebut, si tamu pun mengerang kesakitan,.
 
Melihat hal tersebut, Imam Syafi'iy menimpali " bagaimana mungkin engkau yang tercipta dari tanah bisa mempan dan sakit karena sebongkah tanah liat ? ", tamu pun terdiam seribu bahasa, pertanyaannya terjawab sudah bahwa setan yang diciptakan-Nya dari api juga akan teradzab oleh api neraka.

Sumber : diterjemahkan dari referensi berbahasa arab

Karir yang Ideal

إن الله يحب إذا عمل أحدكم عملا أن يتقنه
( Allah menyukai kalian untuk bersikap profesional dalam apa yang kalian kerjakan )

Berangkat dari Hadits Manusia yang paling agung di atas, kita sebagai orang yang berakal mestilah paham dengan maksud baginda Nabi Saw. Islam, agama agung yang dibawa oleh beliau membawa misi universal bagi kemaslahatan dan kebahagian umat manusia, tidak terkecuali dalam beramal dan berkarir, Islam mengajarkan kita melalui hadits pembawa risalah Islam itu sendiri untuk bersikap profesional, fokus dan konsisten pada apa yang kita kerjakan, semua yang kita kerjakan adalah tanggung jawab yang dipercayakan pada kita, seorang pejabat pemerintah adalah abdi negara dan rakyat, diberi tugas untuk menjalankan kewajibannya terhadap negara dan rakyatnya, bukan untuk menjadi seorang pengusaha.

Benar, seorang pejabat yang baik di zaman ini dalam berusaha memang dengan usaha yang halal (sebagian kecil) tanpa mengandalkan pangkatnya sebagai pemerintah, tapi justru ketidakprofesinalan dan ketidak konsistenannya pada ke"pejabat"annya tersebut, kadang malah membuat pejabat tersebut lebih mementingkan usahanya dibanding dengan tugasnya sebagai abdi negara dan rakyat. nah, apalagi jika usahanya juga haram, dengan modal uang rakyat dan jalan yang ia buat dengan mengatasnamakan ke"pejabat"annya tersebut.

tidak hanya pejabat, semua jenis profesi juga mensyaratkan adanya kekonsistenan dan profesionalitas untuk mencapai pribadi yang berkualitas dan masyarakat yang sejahtera. bayangkan jika semua orang konsisten terhadap tugas dalam karirnya, seorang polisi dan aparat hukum lainnya termasuk juga jaksa dan hakim konsisiten dalam menegakkan hukum tanpa pandang buluh, tak ada suap menyuap, betapa indah dan cantiknya hukum negeri ini?

begitu juga seorang pedagang dan pelaku aktivitas perekonomian jujur serta konsisten, tak ada lagi tipu menipu, bersaing dengan sehat, alangkah makmurnya negeri ini, wow amazing ....

bagi kita yang berstatus pelajar, Allah SWT juga mengharapkan kita bersikap profesional dalam menuntut ilmu, gak cuma tebar pesona,........, bayangkan, betapa berkualitasnya pelajar kita, jika pelajar kita fokus pada apa yang dipelajari, tidak mustahil para inovator, penggerak, dan pencetus ilmu serta penem-penemu baru akan bertebaran di negeri ini, gak cuma ngekor dibelakang para cendikiawan negeri lain dan buku-buku mereka.

disamping juga pelajar adalah tunas bangsa yang diharap mampu menggantikan harapan bangsa yang gugur bersama dengan cendikiawan senior, kita diharap mengisi sisi politik, ekonomi, budaya dan pendidikan negeri ini, serta konsisten pada tiap bidang yang akan kita geluti nantinya.

Allah SWT mengajarkan keprofesionalan dalam kehidupan kita hanya demi kebaikan dan kesejahteraan hamba-Nya yang Dia kasihi, karena Dia-lah Sang Maha Pengasih dan Penyayang,solusi dari kehidupan yang sejati.

Allahumm, barik 'alayna wa lana wa fina, wa waffiqna li-lkhairi wa filkhair, bi rahmatika wa qudratik

Cerpen Bahasa Arab

Cerpen Bahasa Arab

Assalamu 'alaikum wa rahmatullah
kawan-kawan pecinta bahasa arab, cerpen ini adalah salah satu karya saya di semester 3 kemarin di jurusan sastra arab Universitas Negeri Malang (UM), sebenernya cerpen ini sudah dimuat menjadi ontologi cerpen, cuma saya hanya berani memposting satu cerpen ini saja, karen belum dapet izin dari pengarang cerpen lainnya ...
bagi yang berminat bisa dibaca kok ...

والله, لقد أخلصت لك حبي

مَا زَالَتْ آنِسَةُ تَخْشَع بِبَصَرِهَا إِلَى الْكِتَابِ الَّذِي بَيْنَ يَدَيْهَا, وَ مِنْ خَلْفِهَا عَيْنٌ جَمَّاحَةٌ لَمْ تَتْرُكْ النَّظْرَةَ إِلَيهَا غَمْضَةً قَطُّ, فَإِذَا بِالْجَرَسِ تُدَقُّ مِنْ خَارِجِ الْفَصْلِ , وَ عَقْرَبِ السَّاعَاتِ يَرْكُضُ فِيْمَا بَيْنَ الْوَاحِدِ و الْثَانِى عَشَرَ, وَ الْأُسْتَاذِ يَذْهَبُ عَنْ مَجْلِسِهِ, و الطُّلَّابِ يَتَفَرَّقُوْنَ , فَنَشَزَتْ آنِسَةُ وَ انْصَرَفَتْ إِلَى سَيَّارَتِهَا الَّتِيْ أَوْقَفَتْهَا بِجَانِبِ الْمَبْنَى د.7 , فَإِذَا بِمُنَادٍ يُنَادِيْ مِنْ خَلْفِهَا:

" آنِسَة, تَمَهَّلِيْ......"

فَالْتَفَتَتْ آنِسَةُ إِلَى الْفَتَى الَّذِي تَطَاوَلَتْ الْأَعْنَاقُ مِنْ جَمَالِهِ وَ ذَكَائِهِ, فَعَرُفَتْهُ آنِسَةُ , فَسَلَّمَ عَلَيْهَا عِمْرَانُ.

" وَعَلَيْكُمْ السَّلَامُ......" فِيْ نَحْوِ جَوَابِ آنِسَةَ, فَقَالَ لَهَا عِمْرَانُ وَ عَلَى يَدِهِ رِسَالَةٌ لَهَا.

" مَا جِئْتُكِ إِلَّا لِهَذَا "

" مَا هَذَا...؟"، فأجاب " اِقْرَئِيْ !!, سَيَظْهَرْ لَكِ الْأَمْرُ. السَّلَامُ عَلَيْكُمْ!!"

فَتَنَحَّى عَنْهَا عِمْرَانُ, وَ عَجَّلَتْ آنِسَةُ فِيْ قِرَاءَةِ هَذِهِ الرِّسَالَةِ, فَلَمَّا رَأَتْ مَا فِيْهَا, هَشَّتْ هَشَّةً. ثُمَّ انْصَرَفَتْ فِيْ فَرْحِهَا.

فَلَمَّا حَصَلَتْ إِلَى دَارِهَا, دَخَلَتْ آنِسَةُ الْبَيْتَ مُنْطَلِقَةَ الْوَجْهِ, وَ انْفَرَدَتْ فِيْ حُجْرَتِهَا, وَ أَلْقَتْ نَفْسَهَا عَلَى السَّرِيْرِ الَّذِي تَرُوْحُ الأَنْفُسُ مِنْ وَثَارَتِهِ, وَ لَوْلَا الرِّسَالَةُ الَّتِي لَقِيَتْهَا مِنْ الْفَتَى الَّذِي تَشْتَهِيْهِ أَعْيُنُ مَنْ رَأَتْهُ مِنَ الْفَتَيَاتِ , لَوَقَعَتْ فِيْ مَوْضِعٍ يَصْدُرُ إِلَيْهِ النَّائِمُ. فَوَثَبَتْ, وَ ارْتَادَتْ الرِّسَالَةَ الَّتِيْ جَعَلَتْهَا فِيْ مِحْفَظَتِهَا, فَلَمَّا أَمْسَكَتْهَا بَيْنَ يَدَيْهَا, وَ قَرَأَتْ مَا فِيْهَا قِرَاءَةً ثَانِيَةً , تَبَسَّمَتْ تَبَسُّمَ النِّسَاءِ مِنْ الرِّجَالِ, فَبَقِيَتْ فِيْ هَذِهِ الْحَالَةِ إِلَى أَنْ جَنَّ عَلَيْهَا الْلَيْلُ, وَ نَزَلَتْ فِيْ مَكَانٍ لَا يَطَؤُهُ إِلَّا النُوَّامُ.


وَ عِنْدَ مَا اطَّلَعَتْ عَلَيْهَا الشَّمْسُ, وَزَجَرَتْ الرِّيْحُ أَخْبَارَ الْعَاشِقِيْنَ, وَ دَرَّتْ السَّمَاءُ بِأَنْوَاعٍ مِنْ زَبَدَاتِ الْحُبِّ, بَكَّرَتْ آنِسَةُ بُكْرَةً لَمْ تَكُنْ هَذِهِ الْفَتَاةُ عَلَى هَذِهِ الحَالَةِ عَادَةً, فَغَادَرَتْ قَصْرَهَا إِلَى الْجَامِعَةِ فِيْ أَحْسَنِ ثِيَابِهَا وَحُلِّيِّهَا قَاصِدَةً عِمْرَانَ لِتُرِيَهُ مِنْ بَشَائِرِهَا, وَ كَانَتْ شَفَتَاهَا تُرَدِّدُ كَلِمَةَ "....مَا لِيْ لَمْ أَرْضَ أَنْ تَكُوْنَ أَنْتَ قُرَّةَ عَيْنِيْ وَ شَفَقَةَ قَلْبِيْ....؟ ", وَ لَازَمَتْ هَذِهِ الْكَلِمَةَ حَتَّى وَقَفَتْ بَيْنَ يَدَيْ عِمْرَانَ وَ أَعْرَضَتْ لَهُ هَذِهِ الْكَلِمَةَ, فَصَارَتْ لَهُمَا الأيَّامُ مُمْتِعَةً.

فَذَاتَ يَوْمٍ, قَابَلَتْ آنِسَةُ عِمْرَانَ, وَ عَهِدَتْ لَهُ بِبَيْتِهَا لِتَتَعَلَّمَ مِنْهُ, فَاجْتَمَعَ رَأيُهُمَا فِيْ السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ مَسَاءَ يَوْمِ الأَحَدِ. فَلَمَّا حَضَرَ عَلَيْهِمَا يَوْمٌ تَعَاهَدَا عَلَيْهِ, اِنْطَلَقَ عِمْرَانُ حَتَّى وَقَفَ أَمَامَ دَارِهَا, فَأَدْخَلَتْهُ خَادِمَتُهَا. فَإِذَا بِالدَّارِ لَمْ يَكُنْ فِيْهِ أَحَدٌ سِوَى آنِسَةَ وَ الْخَادِمَة, فَاسْتَقْبَلَتْهُ آنِسَةُ كَاشِفَةً عَنْ وَجْهِهَا وَ نَحْرِهَا, وَ أَشَارَتْ إِلَى خَادِمَتِهَا أَنْ تَخْرُجَ مِنْ عِنْدِهَا, فَقَالَ لَهَا عِمْرَانُ :

" دَعِيْهَا مَعَنَا.....!!!, فَإِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْكِ مِنْ سُوْءِ نَفْسِيْ, وَ مِنْ أَنْ تَكُوْنَ الشَيْطَانُ ثَالِثَتَنَا..!!".

فَتَبَسَّمَتْ, وَ أَتَتْ الْبَابَ, وَ أَغَلَقَتْهُ دُوْنَهُ, ثُمَّ رَمَتْ ثَوْبَهَا، وَقَامَتْ عُرْيَانَةً تَخْلُوْ نَفَسَهَا حَتَّى لَمْ يَبْقَ عَلَيْهَا إِلَّا ثَوْبٌ يُرَى دَاخِلُهُ مِنْ خَارِجِهِ, فَقَالَتْ :

"إِنِّيْ لَمْ أَدْعُكَ لِلْعِلْمِ, وَ إِنَّمَا دَعَوْتُكَ لِكَذَا..."، يَعْنِي تُرَاوِدُهُ عَنُ نَفْسِهِ.

فَلَمَّا رَأَى عِمْرَانُ مَا رَأَى مِنْ جَمَالِهَا وَ رَشَاقَةِ قَامَتِهَا, لَمْ يَتَمَالَكْ عَنْ نَفْسِهِ حِتَّى يَكَادَ يَقَعُ فِيْ نَفْسِهَا.

وَ عِنْدَ مَا جَلَسَ مِنْهَا مَجْلِسَ الرّجُلِ مِنَ الْمَرْأَةِ, ذَكَرَ عِمْرَانُ نَفْسَهُ عِنْدَ اللهِ الرَّقِيْبِ, فَأَخَذَتْهُ رَعْدَةٌ وَ قَالَ لَهَا:

" اُتْرُكِيْنِيْ..!!, أَخْرُجْ مِنْ عِنْدِكِ!!".

" مَا بَدَا لَكَ..؟, وَ قَدْ زَعَمْتَ أَنِّي أَعْجَبَتْكَ...، فَلَمَّا قَدَرْتَ عَلَيَّ, فَعَلْتَ الَّذِي فَعَلْتَ !!".

" وَيْحُكِ..., تُرِيْدِيْنَ أَنُ تَذْهَبِيْ بِحَسَنَاتِيْ...؟ وَ تُذِيْقِيْنِيْ سَرَابِيْلَ الْقِطْرَانِ وَمُفْظِعَاتِ النِّيْرَانِ يَوْمَ لَا أَمْرَ إِلَّا أَمْرُهُ تَعَالَى....؟, وَاللهِ, اُتْرُكِيْنِيْ فَإِنِّيْ أَخَافُ عَلَيْنَا مِنْ نَارٍ لَا تَطْفَأُ, وَ مِنْ عَذَابٍ لَا يَفْنَى، وَمِنْ غَضَبِ رَبِّنَا, فَلَا يَرْضَى عَنَّا".

فَوَثَبَ عِمْرَانُ يُرِيْدُ الْبَابَ, فَأَخَذَتْ آنِسَةُ عَلَى يَدِهِ وَ مَنَعَتْهُ مِنَ الْبَابِ فَقَالَتْ :

" إِنْ كُنْتَ صَادِقاً, فَمَا لِيْ زَوْجٌ غَيْرُكَ !!"

قَالَ: " دَعِيْنِيْ, أَخْرُجْ ...!!"

قَالَتْ: "لَا, لَا أَتْرُكُكَ إِلَّا أَنْ تَجْعَلَ لِيْ أنَّكَ تَتَزَوَّجُ بِيْ".

فَعَاجَ عِمْرَانُ وَ بَثَقَ مِنْ عِنْدِهَا. فَقَالَتْ آنِسَةُ فِيْ نَفْسِهَا

" وَاللهِ, مَا لِيْ زَوْجٌ غَيْرُكَ, فَإِنِّيْ لَمْ أَجِدْ فِيْ أَيِّ رِجَالٍ مَا وَجَدْتُ فِيْكَ "

وَ رَفَعَتْ رَأسَهَا إِلَى السَّمَاءِ "اَللَّهُمّ, اجْعَلْهُ لِيْ حَلِيْلًا لَا يَضُرُّنِيْ مِنْهُ شَيْءٌ مِنْ بَعْدُ....". فَبَاتَتْ نَادِمَةً عَلَى مَا كَانَ مِنْ نَفْسِهَا.




فَلَمَّا أَصْبَحَتْ, عَجَّلَتْ فِيْ لِقَاءِ عِمْرَانَ حَتَّى قَدِمَتْ الْجَامِعَةَ وَ طَلَبَتْهُ وَ لَمْ تَجِدْ, فَسَأَلَتْ أَصْحَابَهُ, وَ لَمْ يَكُنْ مِنْهُمْ يَعْرِفُ غِيَابَهُ إلَّا أَحْمَدُ, فَأخْبَرَهَا أحْمَدُ أنَّهُ قَدْ مَاتَ, فَلَمَّا سَمِعَتْ ذَلِكَ, شَهِقَتْ شَهْقَةً, فَقَالَتْ لِأَحْمَدَ :

" أَ تُدَاعِبُنِيْ.....؟ "

" كَيْفَ أُدَاعِبُكِ عَنْ نَفْسِهِ.....؟, وَأَنَا لَمْ أَرَ خَلِيْلًا أَشَدَّ مِنْهُ. وَإِنْ صَدَّقْتِ, سَأَدْبَرُلَكِ الْحَدِيْثَ عَنْهُ, إِنَّهُ حَضَرَ عَلَيْهِ الْمَوْتُ عِنْدَ خُرُوْجِهِ مِنْ عِنْدِكِ, فَلَمَّا اقْتَرَبَ مِنْ الْبَيْتِ, فَإِذَا بِالسَيَّارّةِ تَجْرِيْ مِنْ أَمَامِهِ مُنْزَعِقَةً, فَصَدَمَتْهُ, فَمَاتَ عِمْرَانُ حَالًا. وَ لَا أَدْرِيْ كَيْفَ كَانَ ذَلِكَ, وَلَكِنِّيْ قَدْ سَمِعْتُ مِنْ أَبَوَيْهِ أنَّهُ يَرَاهُ السَّائِقُ كَأنَّهُ أَصَابَهُ الْخَبَلُ حَتَّى لَا يَرَى مِنْ أَمَامِهِ السَيَّارَةَ"

فَسَقَطَتْ آنِسَةُ عَلَى الأَرْضِ " أَمَا هَذَا ....؟!، فَقَدْ فَاتَنِيْ الأَمْرُ !!!"

" صَبْرًا يَا آنِسَةُ !!!, ألاَ إِنَّ فِيْ كُلِّ شَيْءٍ لَعِبْرَةٌ ...؟؟ "

فَقَالَتْ " هَلْ لَهُ مِنْ قَرِيْبٍ ..؟ "

" نَعَمْ, لَهُ أَخٌ عَالِمٌ فَقِيْرٌ "

" اِمْضِ بِنَفْسِيْ إِلَيْهِ !!!, فَأِنِّيْ أّتَزَوَّجُ بِهِ حُبّاً لِأَخِيْهِ ".

Keutamaan Bulan Ramadhan

من فضائل رمضان المعظم

قال صلى الله عليه وسلم " إذا كان أول ليلة من رمضان يقول الله تعالى " من ذا الذي يحبنا فنحبه, و من ذا الذي يطلبنا فنطلبه, ومن ذا الذي يستغفرنا فنستغفر له بحرمة رمضان ", فيأمر الله تعالى الكرام الكاتبين في شهر رمضان بأن يكتبوا لهم الحسنات ولا يكتبوا عليهم السيأت و يمحو الله تعالى عنهم ذنوبهم الماضية
Baginda Nabi SAW pernah bersabda" ketika malam pertama bulan ramadhan tiba, Allah ta'ala memanggil " siapa orangnya yang mencintaiKU, kali ini AKU sampaikan cintaKU, manakah orang yang mencariKU, kali ini AKU datang mencarinya , dan siapa saja yang memohon ampunanKU, KU ampuni dia sekarang juga".
Malam itu juga Allah meberikan aba-aba pada al-kiram para pencatat amal untuk mencatat amal baik saja, mengabaikan amal jelek, dan Allah pun menghapus dosa – dosa umat yang pernah mereka lakukan.
قال صلى الله عليه وسلم " لو تعلم أمتي ما في رمضان لتمنوا أن تكون السنة كلها رمضان " لأن الحسنات فيه مضاعفة والطاعات مقبولة والدعوات مستجابة والذنوب مغفورة والجنة مشتاقة لهم
Beliau SAW juga pernah bersabda " seandainya saja umatku mengetahui keutamaan dalam ramadhan, tak dipungkiri lagi, mereka pasti akan berharap bahwa ramadhan mengisi waktu dalam detik-detik sepanjang masa.

قال صلى الله عليه وسلم " إذا استيقظ أحدكم من نومه في شهر رمضان وتحرك في فراشه و تقلب من جانب إلى جانب يقول له ملك " قم, بارك الله فيك و رحمك الله ", فإذا قام بنية الصلاة يدعو له الفراش و يقول " اللهم أعطه الفرش المرفوعة ", و إذا لبس ثوبه يدعو له الثوب ويقول " اللهم أعطه من حلل الجنة ", وإذا لبس نعليه تدعو له نعلاه و تقولان " اللهم ثبت قدميه على الصراط ", وإذا تناول الإناء يدعو له الإناء و يقول اللهم أعطه من أكواب الجنة ", و إذا توضأ يدعو له الماء و يقول اللهم طهره من الذنوب والخطايا ", وإذا قام إلى الصلاة يدعو له البيت و يقول اللهم وسع قبره ونور حفرته و زد رحمته ", وينظر الله تعالى إليه بالرحمة و يقول عند الدعاء " يا عبدي منك الدعاء و منا الإجابة منك السؤال و منا النوال منك الاستغفار ومنا الغفران ".
Lagi-lagi beliau SAW bersabda mengenai keutamaan ramadhan " ketika umatku bangun di malam haribulan ramadhan untuk beribadah, ketika ia berkeliat di atas ranjang ke kiri dan kanan, barat timur, seorang malaikat memanggilnya " bangun kawan, bangunlah, semoga DIa Sang Maha Pengasih memberkati dan menyayaingimu selalu", kemudian, ketika ia bangkit untuk shalat, ranjangnya pun ikut mendoakan" god, please, berikan kawanku ini tempat yang tinggi di sisiMU ", ketika si hamba mengenakan pakaiannya, pakainnya pun tak mau kalah dalam mendoakan " Tuhan, hiasi kawanku ini dengan perhiasan surgaMU", lalu, ketika si hamba beranjak dengan sendalnya, sandal pun memanjatkan harapannya untuk tuannya " ya maulay, tuntutlah tuanku ini dalam tajam dan gelapnya shiratMU kelak", ketika si hamba mengayuh air wudhu, gayungpun "merayu Tuhannya " Tuhan yang baik hati, hiasi hambaMU ini dengan gemerlap surge", saat si hamba memulai whudhu, air ju ga ikut nimbrung " ilahy ya Rabby, sudikah kiranya Engkau menyucikannya dari dosa dan kekhilafan" kemudian, ketika shalat ia tegakkan, tempat ia shalatpun berdoa dalam senyum" Tuhanku, tolong, lapangkan kuburnya, terangi liang lahadnya, sayangi ia selalu lebih dari sebelumnya". Menyaksikan hal tersebut, Allah, Tuhan mereka, Kita, dan seluruh alam tersenyum, menatap dengan tatapan cinta kasih, memanggilnya" ya 'abdy, engakau yang memohon, Aku yang mengabulkan, engkau yang meminta, Aku yang member, Engakau yang menghiba, Aku yang mengampuni "
.
و يقول الله تعالى للملائكة " اجعلوا صلاتكم و تسبيحكم في رمضان لأمة محمد "
فإذا هل هلال رمضان صاح العرش والكرسي والملائكة و ما دونهم يقولون " طوبى لأمة محمد عليه الصلاة و السلام بما عندالله تعالى لهم من الكرامة", واستغفرت لهم الشمس والقمر والكواكب و الطيور في الهواء و السمك في الماء و كل ذي روح على وجه الأرض في الليل و النهار, إلا الشياطين عليهم اللعنة فإذا أصبحوا لا يترك الله تعالى أحدا منهم إلا يغفر له.
Allah SWT berfirman pada para malaikat " saat ramadhan tiba, tujukanlah tasbih, shalat kalian untuk umat kekasihKU tercinta, MUHAMMAD".
Ketika ramadhan tiba, 'arasy, kursy, para malaikat, semuanya mengucapkan selamat pada kita " berbahagialah umat Baginda Muhammad SAW atas karunia-NYA di bulan ini", hingga matahari bulan, bintang, hewan, dan segala yang bernyawa , kecuali syaithan, ber-istighfar untuk kita"

قال صلى الله عليه وسلم " إذا كان أول ليلة من رمضان صفدت الشياطين و مردة الجن, و غلقت أبواب النيران ولم يفتح باب منها, و فتحت أبواب الجنة ولم يغلق باب منها, و يقول الله تعالى في كل ليلة من رمضان ثلاث مرات " هل من سائل فأعطيه سؤاله؟, و هل من تائب فأتوب عليه؟, و هل من مستغفر فأغفر له؟ ", و يعتق الله بكل يوم من رمضان ألف ألف عتيق من النار قد استوجب العذاب, وإذا كان يوم الجمعة يعتق في كل ساعة ألف ألف عتيق من النار, فإذا كان أخر يوم من رمضان يعتق بعدد من أعتق من أول الشهر
Syaithan dan jin kafir dikurung pada bulan ramadhan, neraka ditutup, surge dibuka, saat itu juga DIA memanggil tiga kali di tiap malam dari bulan tersebut " adakah hamba yang meminta padaKU?, pasti akan ku kabulkan, dan adakah yang bertobat?, pasti KU terima Tobatnya, dan Adakah juga yang menghiba padaKU? Pasti ku ampuni.
Pada bulan tersebut, DIA akan membebaskan satu juta penghuni neraka kelas berat di setiap hari biasa bulan ramadhan dan setiap jamnya di hari jumat bulan tersebut, dan jika akhir bulan sudah tiba, saat itu juga, DIA membebaskan penghuni neraka sebanyaknya yang dibebaskan sejak awal bulan.

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم " أعطيت أمتي خمسة أشياء لم تعط لأحد قبلهم : الأول, إذا كان أول ليلة من رمضان ينظر الله إليهم بالرحمة و من نظر الله إليه بالرحمة, لا يعذبه بعده أبدا, والثاني , يأمر الله بالاستغفار لهم, والثالث, أن رائحة فم الصائم أطيب عند الله من ريح المسك, والرابع, يقول الله تعالى للجنة " اتخذي زينتك" و يقول " طوبى لعبادي المؤمنين هم أوليائي, والخامس, يغفر الله تعالى لهم جميعا "
Umatku mendapatkan anugerah di bualan ramadhan yang ak pernah diberikan pada umat manapun : pertama, bau mulut mereka lebih dihargai dan disukai dari pada bau misk, kedua, istighfar malaikat diperuntukkan bagi mereka, ketiga, bau mulut orang yang berpuasa lebih Allah sukai dibanding dengan wangi minyak misk (minyak wangi), keempat, Allah meminta Surga untuk berhias diri " hey surga, buatlah dirimu seindah mungkin " kemudian Allah berfirman " berbahagialah hamba-hambaKu yang beriman (yang akan memasuki surga) merekalah para wali-Ku ", kelima Allah SWT mengampuni dosa-dosa kaum muslim semua di bulan ramadhan, In syaallah.

إن موسى عليه الصلاة و السلام ناجى ربه " إلهي, هل أكرمت أحدا مثل ما أكرمتني حيث أسمعتني كلامك ؟" فقال الله تعالى " يا موسى, إن لي عبادا أخرجهم في آخر الزمان فأكرمهم بشهر رمضان و أنا أكون أقرب إليهم منك, فإني كلمتك وبيني و بينك سبعون ألف حجاب, فإذا صامت أمة محمد وابيضت شفاههم واصفرت ألوانهم أرفع تلك الحجب وقت الإفطار, يا مويى طوبى لمن عطش كبده و جاع بطنه في رمضان, فلا أجازي دون لقائي
Nabi Musa as, sebagai nabi dengan julukan kalim Allah, Nabi yang mampu berbincang langsung dengan Tuhannya tanpa perantara, suatu hari pernah berbincang dengan Tuhannya " God, adakah seseorang yang engkau mulyakan, seperti halnya Engkau memulyakannku sampai-sampai Engkau sudi untuk berbincang langsung denganku tanpa perantara ? ", Tuhan pun menanggapi " musa, nanti, di akhir zaman, akan ada umat yang Aku mulyakan dengan bulan ramadhan dan AKU lebih dekat dengan mereka daro pada denganmu, karena sebenarnya ketika diriKU berbicara denganmu, diantara kita masih terhalang tijuh puluh tabir penghalang, namun tidak demikian dengan umat Muhammad tersebut, ketika waktu buka puasa tiba, hijab yang menghalangi diantara kita akan ku singkap, hingga AKU bisa lebih dekat dengan mereka, berbahagialah mereka yang lapar dan dahaga di bulan ramadhan, karena balasan yang pantas bagi mereka hanyalah bertemu denganKU".

قال صلى الله عليه وسلم " إذا كان آخر ليلة من رمضان بكت السموات والأرض والملائكة مصيبة لأمة محمد عليه الصلاة و السلام ", قيل لرسول الله عليه الصلاة و السلام " يا رسول الله, أي مصيبة هي ؟ ", قال " ذهاب رمضان, فإن الدعوات فيه مستجابة والصدقات مقبولة والحسنات مضاعفة والعذاب مدفوع"
Baginda Nabi SAW bersabda " Ketika malam terakhir bulan ramadhan datang, langit dan bumi serta para malaikat menangis karena musibah yang akan menimpa Umatku " beliau ditanya " musibah apa ya Rasul ?", "hilangnya Ramadhan, bagaimana tidak? Di bulan Ramadhan, doa-doa terkabulkan, sadhaqah diterima, kebajikan dilipatgandakan, dan Adzab dihentikan"
Adakah musibah yang lebih dahsyat dari ini?, jika alam saja menangis demi kita karena ramadhan, justru kita lebih berhak untuk menangisi kepergian ramadhan.

Sumber : Diterjemahkan dari kitab " Durrah El-Nashihin "

Kisah Keutamaan Bulan Ramadhan

وروى سلمة بن شبيب عن ابن عباس مرفوعا: لله في كل ليلة من ليالي شهر رمضان عند الإفطار ألف ألف عتيق من النار، فإذا كان ليلة الجمعة أعتق الله في كل ساعة منها ألف ألف عتيق من النار كلهم قد استوجب النار، فإذا كان آخر ليلة من الشهر أعتق في ذلك اليوم بعدد ما أعتق من أول الشهر إلى آخره أعتقنا الله من النار.
 Diriwayatkan dari Ibnu Abbas : setiap Malam di bulan Ramadhan, Allah SWT membebaskan satu juta 1000000 penghuni neraka pada saat menjelang waktu berbuka puasa, dan ketikamalam jumat tiba, setiap jamnya Allah membebaskan 1000.000 penghuni neraka yang mana sebenarnya mereka memang berhak untuk dipanggang dalam neraka, dan pada malam terakhir bulan Ramadhan, Allah memerdekakan penghuni neraka sebanyak yang DIA bebaskan dari awal bulan.
وقال النخعي: صوم يوم من رمضان أفضل من ألف يوم، وتسبيحة فيه أفضل من ألف تسبيحة، وركعة فيه خير من ألف ركعة، والنفقة فيه مضاعفة كالنفقة في سبيل الله.
An-Nakh'iy berkata " puasa sehari pada bulan Ramadhan lebih baik dari pada puasa 1000 hari biasa, bertasbih di bulan ramdhan lebih utama dibanding 1000 tasbih, begitu juga ruku'nya lebih baik dari pada 1000 ruku' biasa, dan nafkah yang didermakan akan dilipatkan pahalanya seperti halnya nafkah untuk menegakkan agama Allah.

وروي عن ابن مسعود أنه قال: إذا كان يوم القيامة، وأراد بعبد خيرا أعطاه الله كتابه جهرا، وقال له اقرأ سرا حتى لا يفضحه بين خلقه، فيقرأ كتابه سرا فلم يسمعه أحد فتقول الملائكة: إلهنا هذه عناية لم تسبق لأحد من العصاة، وقد أوعدت من عصاك أن تعذبه وتحرقه بالنار فيقول سبحانه وتعالى: يا ملائكتي إني أحرقته في الدنيا بنار الجوع والعطش في الحر الشديد في شهر رمضان، فلا أحرقه اليوم بالنيران، وقد عفوت عنه، وغفرت له ما سلف من الذنوب والعصيان، وأنا الكريم المنان.
Diriwayatkan dari Ibnu Mas'ud " pada hari kiamat, ketika Allah hendak melimpahi hamba-Nya dengan kebaikan-Nya, Allah memebri hamba itu kitab amalnya lalu memerintahkannya " bacalah dengan senyap " hingga hamba-hamba yang lain tidak tahu keburukan-keburukan hamba tersebut, lalu hamba itu membacanya dengan senyap, dan tak ada yang mendengarnya, lalu malaikat berkata " Ya Rabb, ini adalah Anugerahmu yang tak pernah didapatkan oleh durjana manapun sebelum ini, Engkau telah menetapkan bahwa siapa saja yang mendurhakai-Mu, akan Kau siksa ia, serta kau bakar ia dalam neraka-Mu ", Alla SWT menjawab " Wahai malaikat-malaikat-Ku, Dulu Aku telah membakarnya di dunia dengan panasnya lapar dan dahaga pada saat siang yang sanga panas di bulan Ramadhan. jadi sekarang Aku tak akan membakarnya lagi dalam neraka, Aku telah mengampuninya dan dosa-dosanya dulu, Aku-lah Dzat yang Maha Mulya serta Pemberi Anugerah ".

وحكي عن بعض أهل العلم أنه قال: كان عندنا رجل اسمه محمد، وكان لا يصلي إلا قطعا، فإذا دخل شهر رمضان زين نفسه بالثياب الفاخرة والطيب، ويصوم ويصلي ويقضي ما فاته. فقلت له في ذلك. فقال: هذا شهر التوبة والرحمة والبركة، عسى الله أن يتجاوز عني بفضله فمات فرأيته في المنام. فقلت له: ما فعل الله بك؟ قال: غفر لي لأجل حرمة شهر رمضان، غفر الله لنا ولجميع المسلمين.
sebuah kisah dari seorang Ulama " Dahulu kami mengenal seorang yang bernama Muhammad yang tak pernah shalat sama sekali, dan pada saat bulan Ramadhan ia merubah hidupnya dengan kebaikan, berpuasa serta melaksanakan shalat dan mengganti shalat yang ia tinggalkan, akupun menanyainya perihal perubahannya tersebut, ia menjawab " sekaranga adalah bulan yang penuh dengan pertaubatan, rahmat serta berkah, semoga Allah mengampuni dosa-dosaku dengan keutamaan bulan ini ", beberapa waktu kemudian ia meninggal dunia dan aku melihatnya dalam mimpiku, lalu ku tanya ia " apa yang Allah lakukan padamu ?", ia menjawab " Dia mengampuniku karena keutamaan Ramadhan " semoga Allah engampuni kita semua dan seluruh kaum muslimi

Diambil dan diterjemahkan dari Kitab " Irsyad El-'Ibad " Karya Syaikh Zaynuddin El-Maliybariy

Puasa menghapus dosa

Rasulullah SAW bersabda
" Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditentukan oleh Allah sebagai bulan bagi kalian untuk berpuasa, serta aku sunnahkan kalian untuk menghidupkan malamnya, dan siapa yang berpuasa dibulan ramadhan serta menghidupkan malamnya dengan penuh keimanan serta mengharap pahala, ia bebas dari dosanya seperti hari dimana ia lahir dari rahim ibunya "
وأخرج ابن ماجه والبيهقي عن عبد الرحمن بن عوف قال: قال رسول الله: "شهر رمضان شهر كتب الله عليكم صيامه وسننت لكم قيامه، فمن صامه وقامه إيمانا واحتسابا خرج من ذنوبه كيوم ولدته أمه".
Rasulullah SAW bersabda 
" siapa yang berpuasa di bulan ramadhan dengan penuh keimanan serta mengharap pahala, maka diampuni dosanya yang lampau dan yang mendatang "
 وأحمد عن أبي هريرة: "من صام رمضان إيمانا واحتسابا غفر له ما تقدم من ذنبه وما تأخر"

wow, enak amat, mungkin kita bertanya-tanya seperti itu, tapai yang mustahil bagi Allah, Dia-lah Dzat yang maha Lathif (lembut), jika kita benar-benar mau merayu-Nya, seperti misalnya berpuasa dengan penuh keimanan (ingat, iman itu gak main-main lho) dan mengharap ridha dan pahalanya, kenapa mesti kaget kalau DIA yang Maha Lathif bakalan  ngampuni semua dosa kita,

Ibu kita adalah orang yang paling menyayangi kita, tentunya setelah Allah (Dia yang Maha dan paling menyayangi kita), Ibu saja jika kita mau benar-benar menghiba kepadanya, sebesar apapun kesalahan kita pasti  ibu juga bakalan luluh ...

so, gak ada yang mustahil, yang perlu kita lakuin adalah positif thinking pada-Nya bahwa Dialah yang Maha Lathif, Maha Ghafur, Ghaffar, 'Afuww, Rahman dan rahim ...

bukannya berbaik sangka pada-Nya adalah bukti keimanan kita ...

monggo kita vareng-bareng sucikan niat kita di bulan ini untuk menambah keimanan dan mengharap ridhanya

lagian Dia juga dah janji, dan tak akan mengingkari janji-Nya
قال رسول الله: "إن ربكم يقول كل حسنة بعشرة أمثالها إلى سبعمائة ضعف والصوم لي وأنا أجزي به

Rasulullah SAW bersabda " Tuhanmu pernah berfirman " setiap kebaikan berpotensi mendapat pahala 10x lipat samapi 70x lipat, sedangkan puasa itu adalah satu-satunya ibadah yang ditujukan untukku, jadi Aku sendiri yang akan membalasnya "

jadi bisa dibayangkan kan ? Allah sendiri yang tahu seberapa besar upah yang diterima bagi pelaku puasa? tidak mustahil ampunan adalah umpah termurah dari-Nya, lalu bagaimana yang termahal ?

tak tertarikkah kawan-kawan sekalian ??
silakan dibayangkan ...

Bekal untuk Ramadhan

Judul buku : Bekal ramadhan
Judul Asli : Shiyam Ramadhan : Fadha-luh, Adabuh, ahkamuh, qiyamuh
Pengarang : Syaikh Muhammad Jamil Z
Alih Bahasa : Abu Salma Al-Atsari

Sekapur Sirih
Sesungguhnya segala puji hanyalah milik Allah yang kami menyanjung-Nya, memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, kami memohon perlindungan Allah dari keburukan jiwa-jiwa kami dan kejelekan amal-amal kami. Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah tak ada yang dapat menyesatkannya dan barangsiapa yang dileluasakan kesesatan atasnya tak ada yang dapat memberinya petunjuk. Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang hak untuk disembah kecualli Allah semata yang tidak ada sekutu bagi-Nya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu adalah hamba dan utusan-Nya.

Amma Ba’d

Sesungguhnya puasa itu merupakan salah satu rukun Islam, yang tampak di dalam keikhlasan, ihsan dan amanah, dan hal ini dicapai ketika seorang yang berpuasa menahan dari makan, minum dan perkara yang dapat membatalkannya sedangkan ia tidak menahan diri dari perkara ini melainkan karena muraqabatullah (merasa diawasi Allah Ta’ala) dan ru`yah (penglihatan) Allah kepadanya. Saya telah memaparkan di dalam buku ini tentang keutamaan puasa, adab-adab dan hukum-hukumnya, pembatal-pembatal puasa, shalat malam di dalamnya, lailatul qadr dan keutamaannya. Saya juga memaparkan tentang I’tikaf, zakat fithri, sholat ‘ied dan selainnya dari perkara-perkara yang penting. Hanya kepada Allahlah saya memohon supaya menjadikan tulisanku ini bermanfaat bagi kaum muslimin dan menjadikan perbuatanku ini ikhlas hanya mengharap wajah Allah yang mulia semata.

Yang berminat, silakan dapatkan E-Booknya melalui link berikut :

Bekal untuk Ramadhan


Semoga Bermanfaat !!
Wassalamu 'alaikum !!

Tips agar Shalat Khusyu'

PERTAMA : Bersungguh-sungguh untuk mendapatkan kekhusyu'an dan apa yang menguatkannya:

1. Bersiap diri untuk menunaikan shalat, diantaranya dengan menjawab adzan dan berdoa setelah adzan dengan doa yang ada tuntunannya, selain itu berdoa antara saat adzan dan iqamah, berwudhu dengan baik, membaca basmalah sebelum berwudhu, berdzikir dan berdoa setelah wudhu, bersiwak, mengenakan pakaian yang bersih, bersegera menuju masjid dan berjalan dengan tenang lalu menunggu shalat, juga merapatkan dan menyusun barisan shaf.

2. Thuma'ninah dalam shalat. Nabi bersikap thuma'ninah sehingga setiap tulang (beliau) kembali ke asalnya.

3. Mengingat mati ketika shalat. Nabi bersabda: "Ingatlah kematian dalam shalatmu, karena seseorang jika mengingat mati dalam shalatnya tentu akan memperbaiki shalatnya. Shalatlah seperti shalatnya seseorang yang merasa tidak akan shalat lagi"

4. Merenungkan ayat atau dzikir yang diucapkan dalam shalat. Ini tidak akan mungkin melainkan dengan mengetahui makna apa yang di baca, lantas merenungkannya sehingga akan meneteskan air mata dan sentuhan dalam jiwa. Allah berfirman: "Dan orang-orang yang apabila diberi peringatan dengan ayat-ayat Rabb mereka, mereka tidaklah menghadapinya sebagai orang-orang yang tuli dan buta" (Q.S Al-Furqan 73)

* Diantara hal memudahkan tadabbur ayat, bertasbih ketika melewati ayat-ayat tasbih, dan berta'awwudz ketika melewati ayat-ayat yang memerintahkan untuk berlindung pada Allah.
* Membaca amin setelah Al-Fatihah. Dengan membacanya akan mendatangkan pahala yang besar. Rasulullah bersabda: "Jika Imam mengucapkan amin, maka ucapkanlah amin, karena siapa yang ucapan aminnya bersamaan dengan aminnya para malaikat, akan diampuni dosanya yang telah lalu" (H.R Bukhari).
* Apabila imam mengucapkan 'Sami'Allahuliman hamidah', maka makmum mengucapkan: 'Rabbanaa wa lakal hamdu' . Ucapan tersebut juga berpahala besar.

5. Membaca seayat demi seayat, karena dengan begitu akan lebih memberi pemahaman, tadabbur dan sesuai dengan contoh nabi. Beliau membaca ayat dengan jelas perhurufnya.

6. Membaca dengan tartil dan membaguskan bacaan. Allah berfirman: "Dan bacalah al-Qur'an itu dengan perlahan-lahan" (Q.S Al- Muzzammil 4). Dan sabda nabi : "Hiasilah Al-Qur'an dengan suara kalian, karena suara yang indah itu menambah kebagusan Al-Qur'an" (H.R Hakim)

7. Merasakan bahwa Allah menjawabnya ketika shalat. Nabi bersabda: Allah 'Azza wa Jalla berfirman : Aku bagi shalat untuk-Ku dan hamba-Ku menjadi dua bagian, bagi hamba-Ku apa yang dia pinta. Jika dia mengucapkan: Alhamdulillahirabbil 'Aalamiin, maka Allah berfirman: "Hamba-Ku memuji-Ku". Jika dia mengucapkan: "Ar Rahmaanir Rahiim, maka Allah berfirman: "Hamba-Ku menyanjung-Ku" dan jika ia mengucapkan: Maaliki yaumid diin, maka Allah menjawab: "Hamba-Ku mengagungkan-Ku" Jika dia mengucapkan: Iyyaakana'budu wa iyyaakanasta'iin, maka Allah berfirman: "Ini adalah antara Aku dan hamba-Ku, dan bagi hamba-Ku apa yang dia mohon. Jika ia mengucapkan: Ihdinash Shiratal Mustaqiim Shiraathal ladziina an'amta 'alaihim Ghairil Maghdhuubi 'alaihim waladz Dhaalliin, maka Allah berfirman: "Ini adalah untuk hamba-Ku dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta"

8. Shalat menghadap dan mendekat ke arah sutrah atau pembatas:
* Ini akan memberikan beberapa manfaat, diantaranya:
- Menahan pandangan dari apa yang ada di belakang sutrah dan mencegah orang yang akan melewati dengan mendekatinya.
- Mencegah setan agar tidak melewati atau merusak shalat. Nabi bersabda: "Jika salah seorang dari kalian shalat menghadap ke sutrah, maka hendaklah ia dekat dengannya, agar setan tidak memotong shalatnya" (H.R Abu Dawud)

9. Meletakkan tangan kanan di atas tangan kiri di atas dada. Nabi jika shalat, beliau letakkan tangan kanannya di atas tangan kirinya. Keduanya beliau letakkan di atas dada". Hikmahnya sikap seperti ini adalah menunjukkan sikap orang yang meminta nan hina. Selain itu, terjauh dari sikap bermain-main dan lebih dekat pada kekhusyu'an.

10. Memandang ke tempat sujud. 'Aisyah r.a meriwayatkan bahwa jika Rasulullah shalat, beliau menundukan kepalanya dan mengarahkan pandangannya ke tanah. Adapun ketika tasyahud beliau memandang ke jari yang memberi isyarat dan beliau menggerakkannya. Hal ini diriwayatkan dari nabi

11. Menggerakkan jari telunjuk. Nabi bersabda: "Hal itu adalah lebih berat bagi setan dari besi". Memberi isyarat dengan jari telunjuk mengingatkan seorang hamba akan keesaan Allah Ta'ala dan ikhlas dalam ibadah. Inilah yang perkara terbesar yang dibenci setan. Kita berlindung pada Allah dari kejahatannya.

12. Variasi dalam membaca surat, ayat, dzikir dan doa dalam shalat. Metode ini akan memberikan berbagai macam makna dan kandungan dari ayat dan dzikir-dzikir bagi orang yang shalat. Selain itu merupakan hal dituntunkan dan lebih menyempurnakan kekhusyu'an.

13. Melakukan sujud tilawah ketika melewati ayat-ayat sajdah.Allah berfirman: "Dan mereka menyungkur atas muka mereka sambil menangis dan mereka bertambah khusyu'. (Q.S Al-Israa 109) Dan Allah berfirman: "Apabila dibacakan ayt-ayat Allah Yang Maha Pemurah kepada mereka, maka mereka menyungkur dengan bersujud dan menangis" (Q.S Maryam 58) Rasulullah bersabda: "Jika anak Adam membaca ayat sajdah lalu bersujud, maka setan menyingkir dan menangis. Ia mengatakan: "Aduhai, anak Adam diperintahkan sujud, lalu bersujud, maka baginya surga, sedangkan aku diperintahkan sujud lalu aku membangkang, maka bagiku neraka" (H.R Muslim)

14. Berlindung diri pada Allah dari godaan setan. Setan adalah musuh kita. Diantara bentuk permusuhannya adalah upayanya memberikan wis was supaya hilang kekhusyu'an orang yang shalat dan mengacaukan shalatnya. Setan ibarat penyamun, setiap kali seorang hamba mendekatkan diri pada Allah, maka setan ingin memotong jalan tersebut. Sudah selayaknya atas seorang hamba untuk tegar dan sabar serta senantiasa berdzikir dan shalat dan tidak merasa jemu. Karena dengan keistiqamahannya beribadah akan memalingkan tipu daya setan darinya. "Sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah" (Q.S An-Nisaa 76)

15. Bercermin pada shalatnya kaum salafus sholeh.
- Ali bin Abi Thalib r.a jika menghadiri shalat, merasa takut dan wajahnya berubah. Maka beliau di tanya: "Ada apa denganmu? " Maka beliau menjawab: "Demi Allah telah datang waktu amanah yang Allah tawarkan pada langit dan bumi serta gunung-gunung, mereka semua menolak untuk memikulnya dan merasa keberatan, tetapi aku malah menerimanya".
- Sa'id at-Tanukhi jika shalat tetesan air matanya tidak terhenti dari kedua pipinya ke janggutnya.

16. Mengetahui keutamaan khusyu dalam shalat. Diantaranya sabda nabi : "Seorang muslim yang menghadiri shalat fardhu lalu ia baguskan wudhunya, khusyu dan rukuknya, melainkan itu sebagai kafarat atas dosa-dosa sebelumnya selama ia tidak melakukan dosa besar. Ini adalah untuk sepanjang masa" (H.R Muslim)

17. Bersungguh- sungguh dalam berdoa terutama di waktu sujud. Allah berfirman: "Berdoalah kepada Rabbmu dengan berendah diri dan suara yang lembut" (Q.S Al-A'raaf 55), Nabi kita yang mulia bersabda: "Sedekat-dekat hamba dengan Tuhannya yaitu ketika ia bersujud, maka perbanyaklah doa" (H.R Muslim)

18. Berdzikir seusai shalat, ini akan membantu tetapnya atsar (pengaruh) kekhusyu'an dalam jiwa dan keberkahan yang terdapat dalam shalat.


KEDUA : Menghindarkan hal-hal yang bisa menghalangi kekhusyu'an atau menodai kesuciannya.

19. Menghilangkan apa yang menyibukkan pandangan di tempat orang yang shalat. Anas r.a berkata: Qiram (tirai yang ada lukisannya ada juga yang mengatakan pakaian yang berwarna) milik 'Aisyah yang digunakan untuk penutup/tirai di samping rumahnya. Maka nabi bersabda kepadanya: "Hindarkanlah ia dariku, karena lukisan tersebut tampak dalam shalatku" (H.R Bukhari)

20. Tidak shalat dengan mengenakan pakaian yang bergambar atau bertuliskan atau berwarna yang dapat mengganggu orang yang shalat. 'Aisyah r.a: Nabi shalat dengan mengenakan pakaian yang bercorak/bergaris, maka beliau memandang pada coraknya. Seusai shalat beliau bersabda: "Bawalah pakaian ini ke Abu Jahm bin Hudzaifah, dan tukarlah dengan pakaian yang tidak bercorak, karena tadi shalatku terganggu karenanya" (H.R Muslim)

21. Tidak shalat jika ada hidangan makanan yang ia sukai. Nabi bersabda: "Tidak ada shalat jika makanan telah dihidangkan" (H.R Muslim)

22. Tidak shalat dengan menahan kencing atau buang air besar. Tidak diragukan lagi, diantara hal yang bertentangan dengan kekhusyu'an adalah orang yang shalat dengan menahan kencing atau berak. Karena itulah rasulullah melarang hal itu. Beliau bersabda: "Tidak ada shalat jika makanan telah dihidangkan dan tidak pula dalam keadaan ia menahan dua hal yang buruk (maksudnya kencing dan buang air besar)" (H.R Muslim)

- Sikap menahan tersebut tentu akan menghilangkan kekhusyu'an. Termasuk dalam hal ini adalah menahan angin/kentut.

23. Tidak shalat dalam keadaan mengantuk. Dari Anas bin Malik r.a bahwa Rasulullah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian mengantuk ketika shalat, maka hendaklah ia tidur, sampai ia mengetahui apa yang ia ucapkan (maksudnya dalam shalat)" (H.R Bukhari)

24. Tidak shalat di belakang orang yang sedang berbicara atau tidur. Nabi melarang hal ini dengan sabdanya: "Janganlah kalian shalat di belakang orang yang sedang tidur atau sedang berbicara, karena orang yang sedang berbicara sibuk dengan pembicaraannya dan mengganggu orang yang shalat sedangkan orang yang sedang tidur, terkadang tampak anggota badannya sehingga melalaikan orang yang shalat. Apabila kemungkinan di atas tidak terjadi, maka tidak dimakruhkan shalat di belakang orang yang sedang tidur. Wallahu a'lam.

25. Tidak sibuk dengan meratakan kerikil. Imam Bukhari meriwayatkan dari Mu'aiqib r.a bahwa nabi bersabda pada orang yang meratakan tanah ketika bersujud: "Jika engkau hendak melakukan maka cukup sekali saja" . Sebab larangan ini adalah untuk memelihara kekhusyu'an dan tidak banyak bergerak dalam shalat. Lebih utama jika tempat sujud itu memang perlu dibersihkan agar membersihkannya sebelum shalat.

26. Tidak mengeraskan bacaan karena dapat mengganggu jamaah shalat lainnya. Rasulullah bersabda: "Ketauhilah, masing-masing dari kalian bermunajat pada tuhannya, maka janganlah sebagian kalian mengganggu sebagian yang lain, dan janganlah sebagian kalian mengeraskan bacaannya atas sebagian yang lain, atau beliau bersabda: (dalam shalat) (H.R Abu Dawud)

27. Tidak menoleh ketika shalat. Dari Abu Dzar bahwa Rasulullah bersabda: "Allah 'Azza wa Jalla senantiasa ada di hadapan seorang hamba dalam shalatnya selama ia tidak menoleh. Jika ia berpaling, maka Allah berpaling darinya". Rasulullah di tanya tentang menoleh dalam shalat, maka beliau bersabda: "Itu adalah satu sambaran/curian setan dari shalat seorang hamba" (H.R Bukhari)

28. Tidak memandang ke arah langit/ke atas. Terdapat larangan tentang hal ini dan ancaman bagi pelakunya dalam sabda nabi : "Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, maka jangan mengangkat pandangannya ke langit" (H.R Ahmad). Nabi melarang keras hal itu dengan sabdanya: "Kalian menghentikan perbuatan tersebut atau pandangan kalian akan di sambar" (H.R Bukhari)

29. Tidak meludah ke arah depannya ketika shalat. Karena hal tersebut berlawanan dengan kekhusyua'an dalam shalat dan adab pada Allah. Nabi bersabda: ""Jika salah seorang dari kalian sedang shalat, maka jangan meludah ke depannya, karena Allah ada di hadapannya ketika ia shalat" (H.R Bukhari)

30. Berupaya agar tidak menguap ketika shalat. Rasulullah bersabda: "Jika salah seorang dari kalian menguap, maka hendaklah ia tahan sekuatnya, karena setan bisa masuk" (H.R Muslim)

31. Tidak meletakkan tangan pada pinggang dalam shalat. Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah melarang meletakkan tangan pada pinggang dalam shalat.

32. Tidak memanjangkan pakaian hingga menyentuh tanah. Diriwayatkan bahwa Rasulullah melarang memanjangkan pakaian hingga menyentuh tanah dan seseorang yang menutup mulutnya. (H.R Abu Dawud)

33. Tidak menyerupai hewan. Nabi melarang tiga hal dalam shalat:
 - Duduk seperti binatang buas
- Sujud seperti burung yang mematuk (makanannya)
- Seseorang yang menjadikan satu tempat khusus di masjid untuk shalatnya, ini menyerupai onta, yang mana ia tidak merubah tempat berdiamnya. inilah apa yang dapat kami sampaikan tentang faktor-faktor yang bisa mendatangkan kekhusyu'an dan hal-hal yang bisa menghalangi kekhusyu'an agar kita bisa menghindarinya. Segala puji bagi Allah, semoga shalawat dan salam tetap tercurah atas nabi kita Muhammad.

Judul : 33 faktor Yang Membuahkan Kekhusyu'an dalam Shalat
Judul Asli : 33 Sabab lil-khusyu' fiy Ash-Shalah
Pengarang : Syaikh Muhammad bin Sholeh Al-Munajjid
Alih Bahasa : Muhammad Lathif