Powered by Blogger.

Firasat Para Ulama

Dihikayatkan dari imam asy-Syafi’i dan Muhammad bin al-Hasan bahwa keduanya melihat seorang laki-laki sedang berjalan ke arah mereka, lalu masing-masing mereka menebak pekerjaan orang tersebut. Kata imam asy-Syafi’i, “Dia itu seorang tukang kayu.” Muhammad bin al-Hasan berkata, “Dia itu seorang pandai besi.” Begitu orang itu mendekat, keduanya bertanya kepadanya mengenai pekerjaannya, maka ia menjawab, “Dulu profesiku pandai besi tapi sekarang sudah berprofesi sebagai tukang kayu.”

Seorang laki-laki yang dulunya pandai baca al-Qur’an bertanya kepada sebagian ulama, lalu mereka berkata kepadanya, “Duduklah, sebab aku mencium dari ucapanmu bau ‘kekufuran’.” Tak berapa lama setelah itu, orang tersebut muncul lagi, tapi sudah masuk agama Nasrani, wal ‘iyaadzu billah. Lalu ia ditanya, “Adakah ayat al-Qur’an yang masih kamu hafal?.” Ia menjawab, “Aku tidak hafal kecuali satu ayat saja, ‘Orang-orang yang kafir itu seringkali (nanti di akhirat) menginginkan kiranya mereka dahulu (di dunia) menjadi orang-orang Muslim.’” (al-Hijr:2)

Abu Sa’id al-Kharraz berkata, “Di Masjid Haram Mekkah, aku melihat seorang laki-laki miskin yang tidak memiliki apa-apa dan hanya mengenakan pakaian yang menutup auratnya saja. Karena kondisinya itu, aku menghindarinya dan diriku jijik terhadapnya. Lalu ia memfirastiku seraya melantunkan firman Allah, “Dan ketahuilah bahwasanya Allah mengetahui apa yang ada di dalam hatimu; maka takutlah kepada-Nya.” (al-Baqarah:235) Maka aku pun menyesali atas sikapku tersebut dan memohon ampun kepada Allah. Lalu ia melantunkan ayat lagi, “Dan Dia-lah Yang menerima taubat dari hamba-hamba-Nya dan mema’afkan kesalahan-kesalahan…” (asy-Syura:25)

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah karya Muhammad Amin al-Jundi, juz II, hal.71-72)

Bertaubat Karena Mimpi

Seorang pemuda larut dalam khayalannya seakan mengulang kembali rekaman kehidupannya jauh ke belakang, “Dulu aku pernah bepergian ke negara-negara eropa setiap musim panas. Di sana aku larut dalam perbuatan maksiat dan dosa demi memuaskan nafsu birahi dan memenuhi keinginan perut. Setelah itu, aku pulang ke negeriku sembari menyayangkan apa yang telah aku lakukan. Aku hanya menjadikan dunia sebagai ladang untuk bersenang-senang bukan ladang menyampaikan kebaikan. Itulah kerugian besarku. Ketika itu, aku berkeyakinan bahwa perbuatan maksiat adalah suatu kebutuhan primer di masa muda.
Sampai pada suatu hari, jiwaku terasa sesak dan mulai jenuh dengan kehidupan. Aku memikirkan bagaimana cara terlepas dari itu semua. Tidak ada solusi yang aku dapatkan selain tidur untuk menenangkan jiwaku. Lalu aku pun mengambil bantal dan hanyut dalam tidur. Ternyata, dalam tidurku itu aku bermimpi seakan-akan kembali lagi ke negeri eropa itu untuk menjadi setan Barat yang jago bergoyang, menyanyi dan berbuat mesum. Namun tiba-tiba!!! Mimpiku itu berubah menjadi sangat menakutkan bagiku. Aku melihat seorang bocah berkulit putih mendekatiku dan berteriak keras, “Allahu Akbar! Allahu Akbar!”

Aku terkejut luar biasa dan berusaha untuk bangun dari tempat tidurku tetapi itu tidak kuasa kulakukan seakan sesuatu yang amat berat telah menghimpit dadaku dan mengunci nafasku, kemudian bocah itu menjauh dariku dan aku pun terbangun dalam keadaan ketakutan dan gemetaran.

Kemudian aku tidur lagi namun bocah tadi kembali mendatangiku dalam mimpi. Gerakan dan ucapannya sama persis seperti mimpi pertama. Aku merasa takut untuk berbaring kembali di tempat tidurku dan akhirnya memutuskan untuk berwudhu, membaca al-Qur’an dan shalat dua raka’at. Rupanya tak berapa lama aku mendengar muadzdzin mengumandangkan adzan shalat shubuh, lalu aku pergi ke masjid.

Usiaku sebenarnya masih muda, sekitar 24 tahun, sekali pun begitu, baru sejak shalat shubuh itu aku merasakan ketenangan dan ketentraman jiwa yang sangat aneh sekali, yang belum pernah aku rasakan sebelumnya.”

(SUMBER: Qashash Wa Mawaaqif Dzaat ‘Ibar karya ‘Adil bin Muhammad Ali ‘Abdul ‘Alim, hal.55-56, seperti dinukil dari buku Qithaar al-Mustaghfiriin karya Jaasim bin Muhammad al-Muththawwa’, hal.121, Daar ad-Da’wah, Cet.I)

Imam al-Layts

Imam al-Layts bin Sa'd adalah seorang ulama fiqih yang memiliki kapasitas keilmuan setingkat imam-imam madzhab yang empat, bahkan ada para ulama yang mengunggulkannya atas imam Malik dari segi keilmuan. Sayang, tidak ada murid atau pengikut yang menyebarkan madzhab fiqihnya sehingga tidak berkembang seperti para imam madzhab yang empat.

Dari Lu’luah, pelayan khalifah Harun ar-Rasyid, ia berkata, “Terjadi silang pendapat antara Harun ar-Rasyid dan anak perempuan pamannya (sepupunya), Zubaidah yang telah menjadi isterinya. Harun berkata, ‘Kamu ditalak bila aku bukan termasuk ahli surga.’ Kemudian beliau menyesal atas ucapannya itu, lalu mengundang para ahli fiqih agar berkumpul guna memecahkan masalahnya. Setelah berkumpul dan berdiskusi, mereka pun berbeda pendapat bagaimana sebenarnya status sumpahnya tersebut. Khalifah Harun menulis surat kepada seluruh negeri agar menghadirkan para ulama terkemuka mereka ke istana. Tatkala mereka sudah berkumpul, ia menanyai mereka mengenai sumpahnya tersebut, yaitu “Kamu ditalak jika aku tidak masuk surga”.
 
Mereka kembali berselisih pendapat, lalu tinggallah seorang ulama (syaikh) lagi yang belum berbicara dan berada di deretan paling akhir dari majlis tersebut. Beliau lah Imam al-Layts bin Sa’d. Ia berkata, ‘Bila Amirul Mukminin mengosongkan majlsnya ini, aku bersedia berbicara dengannya.’ Lalu sang khalifah pun menyuruh para ulama yang ada disitu untuk meninggalkan majlis tersebut. Ia berkata lagi, ‘Saya mohon Amirul Mukminin didekatkan kepadaku.’ Maka ia pun mendekatinya. Syaikh yang ‘Alim ini berkata, ‘Apakah aku mendapatkan jaminan keamanan kalau berbicara.?” Amirul Mukminin menjawab, ‘Ya.’ Maka al-Layts memerintahkan agar dibawa kepadanya sebuah mushaf.
 
Ketika mushaf itu sudah dihadirkan, ia berkata, ‘Tolong dibuka wahai Amirul Mukminin hingga surat ar-Rahman. Lalu bacalah.’ Sang khalifah membacanya dan tatkala ia sampai pada ayat, “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga” (QS.ar-Rahman:46) maka, al-Layts memerintahkan, ‘Tahan dulu, wahai Amirul Mukminin! Katakanlah, Wallaahi (Demi Allah).’ Ucapan syaikh ini membuat berat hati khalifah. Syaikh itu kembali berkata, ‘Wahai Amirul Mukminin, persyaratanku tadi adalah jaminan keamanan bukan.? (maksudnya, agar khalifah tidak mruka kepadanya atas permintaannya tersebut-red) Maka khalifah pun mengucapkan, ‘Wallaahi (Demi Allah),’ setelah itu berkatalah al-Layts, ‘Katakanlah, ‘Aku takut akan saat menghadap Tuhanku’ Maka khalifah menuruti perintah ulama langka itu dan mengulangi seperti apa yang diucapkannya. Al-Layts berkata lagi, ‘Wahai Amirul Mukminin, pahalanya dua surga bukan hanya satu surga.’!”

Periwayat mengatakan, “Lalu kami mendengar suara tepuk tangan dan luapan gembira di balik tirai. Maka berkatalah Harun ar-Rasyid, ‘Bagus apa yang kau putuskan itu.’ Lalu ia menghadiahi al-Layts dengan beberapa hadiah dan mengalokasikan honor untuknya.”

Ini merupakan sikap mulia yang menunjukkan indahnya ilmu di mana kebenaran dan etika sama-sama dijunjung tinggi.

Anda melihat bahwa Imam al-Layts mengetahui kemana arah fatwa, yaitu thalaq tersebut tidak jatuh bila ar-Rasyid adalah termasuk orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya. Ia juga melihat dirinya tidak boleh mengeluarkan fatwa begitu saja hingga syaratnya sudah kuat, yaitu takut kepada Allah Ta’ala. Dan ini dilakukan dengan cara meminta ar-Rasyid bersumpah hingga diri al-Layts merasa tenang bahwa fatwanya sudah benar. Ia juga meminta agar orang-orang yang ada di majlis dibubarkan dulu agar sumpah yang dimintanya dari ar-Rasyid tidak dilihat orang banyak, di samping agar ar-Rasyid tidak terpancing seperti yang ingin dilakukannya andaikata ia (al-Layts) tidak terlebih dahulu mengajukan persyaratan mendapatkan perlindungan darinya supaya dirinya bisa tentram. Jadi, fatwa yang dikeluarkan al-Layts tidak semata-mata spontanitas. Ia bersumber dari al-Qur’an itu sendiri, karena itu ia meminta al-Layts agar membaca ayat tersebut, “Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua surga” (QS.ar-Rahman:46).

Maka tenanglah hati ar-Rasyid dengan hal itu dan tahulah ia bawha dirinya masih bisa mempertahankan isterinya secara halal dan sah berdasarkan nash yang pasti dari Kalamullah.

Ini tentunya merupakan anugerah Allah, yang dalam kebanyakan kondisi tidak terlepas dari adab yang bagus bagi orang yang mau berpikir dan memahami.

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz II, hal.40-42)

Masuk Islam Karena Mukjizat Al-Quran

Setelah tidak mengajar lagi di sekolah-sekolah Amerika, saya bekerja sebagai direktur salah satu sekolh-sekolah Islam yang ada di distrik Washington. Di sana, ada pemandangan yang menggugahku, yaitu prilaku seorang wanita asal Amerika yang bekerja sebagai sekretaris. Ia merupakan contoh wanita yang pemalu, anggun dan bersungguh-sungguh bagi wanita-wanita Muslimah. Lalu saya ceritakan hal itu kepada isteri saya sembari memperbandingkan prilakunya dnegan kebanyakan wanita yang dilahirkan sebagai Muslimah tetapi tidak komitmen terhadap hijab dan etika Islami dalam berinteraksi dengan laki-laki asing

Ketika saya tanyakan kepada isteri saya, ia menceritakan kepada saya kisah keislaman si wanita Amerika yang sungguh aneh. Berikut penuturan wanita Amerika itu seperti yang diceritakannya kepada isteri saya:

Ketika masih belajar di SD, ibuku sering menemani ke perpustakaan umum terdekat. Dan, sudah menjadi tradisi perpustakaan-perpustakaan umum, bahwa ketika terdapat beberapa set buku yang sama, maka minat terhadapnya berkurang. Atau kalau ada beberapa set buku yang rusak, maka ia tidak dibuang begitu saja tetapi dijual dengan harga obral yang sangat murah. Suatu kali, ketika perpustakaan menawarkan buku-buku seperti ini, aku membeli salah satunya dengan harga 5 atau 10 Cent yang aku ambil dari kocek khususku. Ini aku lakukan karena rasa ingin memiliki buku dan mendapatkan sesuatu yang spesial. Ketika itu, aku belum tahu apa isinya. Aku hanya meletakkannya di perpustakaan khususku di kamar kemudian dimasukkan ke dalam salah satu kardus dengan buku lainnya yang sudah jelek dan terlupakan.

Hari demi hari pun berlalu dan tak terasa aku sudah menamatkan SD, SLTP dan SLTA. Aku beruntung karena diterima kuiah di salah satu fakultas. Dan, adalah sebuah hikmah dan rahasia dari Allah bahwa aku memasuki fakultas Sastra dan memilih spesialisasi di bidang ilmu perbandingan agama di mana lebih memfokuskan pada tiga agama besar; Yahudi, Nashrani dan Islam. Manakala di jurusan tersebut tidak terdapat seorang dosen yang beragama Islam, maka yang kentara dibicarakan adalah gambaran Islam yang sudah tercoreng. Karena itu, aku tidak begitu interes dengannya. Selanjutnya, aku tidak menemui kendala apa pun untuk melewati kurikulum-kurikulum studi sehingga berhasil lulus dan memperoleh gelar sarjana.

Buku Yang Amat Berkesan!

Setelah lulus kuliah, mulailah tahap mencari pekerjaan. Berhubung spesialisasiku termasuk spesialisasi yang sedikit mendapatkan tawaran kerja, ditambah secara umum memang lowongan kerja juga tidak banyak di kawasan yang aku tinggali, maka dengan cepat aku dicekam rasa kecewa dan bosan dalam mencari lowongan kerja tersebut. Akhirnya, sebagian besar waktu, aku habiskan di rumah alias menjadi pengangguran!! Selanjutnya untuk mengisi kekosongan waktu, aku membongkar dan membuka-buka kembali buku-buku yang dulu pernah aku beli. Saat itulah, aku menemukan buku yang telah aku beli sejak kecil dan nampak sudah tertimbun debu. Karena dibeli sejak masih kecil dari kocek pribadi, tentu ia begitu mengesankan dan istimewa bagiku seakan sekeping peninggalan berharga.

Aku ambil buku itu, lalu aku bersihkan. Selanjutnya, aku mulai membacanya…Ternyata ia adalah kitab al-Qur’an terjemahan dalam bahasa Inggeris. Mulailah aku membacanya dengan penuh perasaan dan keseriusan. Aku betul-betul tertarik dengannya. Setelah agak banyak membacanya, rupanya sama sekali berbeda dengan opini dan pendapat yang selama ini aku dapatkan di kampus mengenai Islam. Gambaran Islam di dalamnya juga amat berbeda dari gambaran yang dikatakan para dosen di fakultas mengenai agama ini dan al-Qur’an.

Aku mulai bertanya-tanya: sedemikian bodohkah para dosenku di kampus? Ataukah mereka sengaja berbohong ketika menyinggung tentang Islam dan al-Qur’an? Aku terus mengulangi dan membacanya dengan penuh rasa puas dan ingin tahu mengenai apa ajaran dan petunjuk yang dikandungnya. Dan begitu menyudahinya, aku langsung memutuskan; selama Islam itu begini gambarannya, maka aku harus segera memeluknya dan menjadi seorang Muslimah.!

Setelah itu, aku menghubungi salah seorang Muslim dan bertanya kepadanya bagaimana cara masuk Islam. Setelah mendengar penjelasannya, aku kembali tercengang karena demikian gampang dan mudah prosesnya. Alhamdulillah, aku pun masuk Islam dan menikah dengan seorang pemuda Muslim asal Afghanistan.

Sekarang kami sudah menjadi salah satu keluarga di kota ini (Washington-red). Kami memohon kepada Allah agar menerima amal kami dan memantapkan kami dalam dien-Nya…

(Sumber: Situs Islamway, terjemah ke dalam bahasa Arab oleh Dr Abdul Hamid Al Abdul Jabbar)

Sebab Tidak Terkabulnya Doa

Dikisahkan bahwa suatu hari, Ibrahim bin Ad-ham RAH melintas di pasar Bashrah, lalu orang-orang berkumpul mengerumuninya seraya berkata, “Wahai Abu Ishaq, apa sebab kami selalu berdoa namun tidak pernah dikabulkan.?”

Ia menjawab, “Karena hati kalian telah mati oleh 10 hal:
Pertama, kalian mengenal Allah tetapi tidak menunaikan hak-Nya.
Ke-dua, kalian mengaku cinta Rasulullah SAW tetapi meninggalkan sunnahnya.
Ke-tiga, kalian membaca al-Qur’an tetapi tidak mengamalkannya.
Ke-empat, kalian memakan nikmat-nikmat Allah SWT tetapi tidak pernah pandai mensyukurinya.
Ke-lima, kalian mengatakan bahwa syaithan itu adalah musuh kalian tetapi tidak pernah berani menentangnya.
Ke-enam, kalian katakan bahwa surga itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah beramal untuk menggapainya.
Ke-tujuh, kalian katakan bahwa neraka itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak mau lari darinya.
Ke-delapan, kalian katakan bahwa kematian itu adalah haq (benar adanya) tetapi tidak pernah menyiapkan diri untuknya.
Ke-sembilan, kalian bangun dari tidur lantas sibuk memperbincangkan aib orang lain tetapi lupa dengan aib sendiri.
Ke-sepuluh, kalian kubur orang-orang yang meninggal dunia di kalangan kalian tetapi tidak pernah mengambil pelajaran dari mereka.”

(SUMBER: Mi’ah Qishshah Wa Qishshah Fii Aniis ash-Shaalihiin Wa Samiir al-Muttaqiin karya Muhammad Amin al-Jundi, Juz.II, hal.94)

Nashrani Mengakui Syahadat Islam

Ada seorang pemuda arab yang baru saja me-nyelesaikan bangku kuliahnya di Amerika. Pemuda ini adalah salah seorang yang diberi nikmat oleh Allah berupa pendidikan agama Islam bahkan ia mampu mendalaminya. Selain belajar, ia juga seorang juru dakwah Islam. Ketika berada di Amerika, ia berke-nalan dengan salah seorang Nasrani. Hubungan mere-ka semakin akrab, dengan harapan semoga Allah SWT memberinya hidayah masuk Islam.

Pada suatu hari mereka berdua berjalan-jalan di sebuah perkampungan di Amerika dan melintas di dekat sebuah gereja yang terdapat di kampung tersebut. Temannya itu meminta agar ia turut masuk ke dalam gereja. Semula ia berkeberatan. Namun karena ia terus mendesak akhirnya pemuda itupun memenuhi permintaannya lalu ikut masuk ke dalam gereja dan duduk di salah satu bangku dengan hening, sebagaimana kebiasaan mereka. Ketika pendeta masuk, mereka serentak berdiri untuk memberikan penghor-matan lantas kembali duduk.

Di saat itu si pendeta agak terbelalak ketika meli-hat kepada para hadirin dan berkata, "Di tengah kita ada seorang muslim. Aku harap ia keluar dari sini." Pemuda arab itu tidak bergeming dari tempatnya. Pendeta tersebut mengucapkan perkataan itu berkali-kali, namun ia tetap tidak bergeming dari tempatnya. Hingga akhirnya pendeta itu berkata, "Aku minta ia keluar dari sini dan aku menjamin keselamatannya." Barulah pemuda ini beranjak keluar.
Di ambang pintu ia bertanya kepada sang pen-deta, "Bagaimana anda tahu bahwa saya seorang mus-lim." Pendeta itu menjawab, "Dari tanda yang terdapat di wajahmu." Kemudian ia beranjak hendak keluar. Namun sang pendeta ingin memanfaatkan keberadaan pemuda ini, yaitu dengan mengajukan beberapa per-tanyaan, tujuannya untuk memojokkan pemuda terse-but dan sekaligus mengokohkan markasnya. Pemuda muslim itupun menerima tantangan debat tersebut.

Sang pendeta berkata, "Aku akan mengajukan kepada anda 22 pertanyaan dan anda harus menja-wabnya dengan tepat."
Si pemuda tersenyum dan berkata, "Silahkan!

Sang pendeta pun mulai bertanya, "Sebutkan satu yang tiada duanya, dua yang tiada tiganya, tiga yang tiada empatnya, empat yang tiada limanya, lima yang tiada enamnya, enam yang tiada tujuhnya, tujuh yang tiada delapannya, delapan yang tiada sembilannya, sembilan yang tiada sepuluhnya, sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh, sebelas yang tiada dua belasnya, dua belas yang tiada tiga belasnya, tiga belas yang tiada em-pat belasnya. Sebutkan sesuatu yang dapat bernafas namun tidak mempunyai ruh! Apa yang dimaksud dengan kuburan berjalan membawa isinya? Siapakah yang berdusta namun masuk ke dalam surga? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah namun Dia tidak menyu-kainya? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dengan tanpa ayah dan ibu! Siapakah yang tercipta dari api, siapakah yang diadzab dengan api dan siapakah yang terpelihara dari api? Siapakah yang tercipta dari batu, siapakah yang diadzab dengan batu dan siapakah yang terpelihara dari batu? Sebutkan sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap besar! Pohon apakah yang mempu-nyai 12 ranting, setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah naungan dan dua di bawah sinaran matahari?"

Mendengar pertanyaan tersebut pemuda itu ter-senyum dengan senyuman mengandung keyakinan kepada Allah. Setelah membaca basmalah ia berkata,
-Satu yang tiada duanya ialah Allah SWT.
-Dua yang tiada tiganya ialah malam dan siang. Allah SWT berfirman,
"Dan Kami jadikan malam dan siang sebagai dua tan-da (kebesaran kami)." (Al-Isra': 12).

-Tiga yang tiada empatnya adalah kekhilafan yang dilakukan Nabi Musa ketika Khidir menenggelamkan sampan, membunuh seorang anak kecil dan ketika me-negakkan kembali dinding yang hampir roboh.

-Empat yang tiada limanya adalah Taurat, Injil, Zabur dan al-Qur'an.
-Lima yang tiada enamnya ialah shalat lima waktu.

-Enam yang tiada tujuhnya ialah jumlah hari ke-tika Allah SWT menciptakan makhluk.

-Tujuh yang tiada delapannya ialah langit yang tujuh lapis. Allah SWT berfirman,
"Yang telah menciptakan tujuh langit berlapis-lapis. Kamu sekali-kali tidak melihat pada ciptaan Rabb Yang Maha Pemurah sesuatu yang tidak seimbang." (Al-Mulk: 3).

-Delapan yang tiada sembilannya ialah malaikat pemikul Arsy ar-Rahman. Allah SWT berfirman,
þ"Dan malaikat-malaikat berada di penjuru-penjuru langit. Dan pada hari itu delapan orang malaikat men-junjung 'Arsy Rabbmu di atas (kepala) mereka." (Al-Haqah: 17).

-Sembilan yang tiada sepuluhnya adalah mu'jizat yang diberikan kepada Nabi Musa j: tongkat, tangan yang bercahaya, angin topan, musim paceklik, katak, darah, kutu dan belalang.*

-Sesuatu yang tidak lebih dari sepuluh ialah ke-baikan. Allah SWT berfirman,
"Barangsiapa yang berbuat kebaikan maka untuknya sepuluh kali lipat." (Al-An'am: 160).

-Sebelas yang tiada dua belasnya ialah jumlah saudara-saudara Yusuf j.
-Dua belas yang tiada tiga belasnya ialah mu'jizat Nabi Musa j yang terdapat dalam firman Allah,
"Dan (ingatlah) ketika Musa memohon air untuk kaumnya, lalu Kami berfirman, 'Pukullah batu itu de-ngan tongkatmu.' Lalu memancarlah daripadanya dua belas mata air." (Al-Baqarah: 60).

-Tiga belas yang tiada empat belasnya ialah jumlah saudara Yusuf ditambah dengan ayah dan ibunya.

-Adapun sesuatu yang bernafas namun tidak mempunyai ruh adalah waktu Shubuh. Allah SWT ber-firman,
"Dan waktu subuh apabila fajarnya mulai menying-sing." (At-Takwir: 18).

-Kuburan yang membawa isinya adalah ikan yang menelan Nabi Yunus AS.
-Mereka yang berdusta namun masuk ke dalam surga adalah saudara-saudara Yusuf j, yakni ketika mereka berkata kepada ayahnya, "Wahai ayah kami, sesungguhnya kami pergi berlomba-lomba dan kami tinggalkan Yusuf di dekat barang-barang kami, lalu dia dimakan serigala." Setelah kedustaan terungkap, Yusuf berkata kepada mereka, " tak ada cercaaan ter-hadap kalian." Dan ayah mereka Ya'qub berkata, "Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."

-Sesuatu yang diciptakan Allah namun tidak Dia sukai adalah suara keledai. Allah SWT berfirman,
"Sesungguhnya sejelek-jelek suara adalah suara kele-dai." (Luqman: 19).

-Makhluk yang diciptakan Allah tanpa bapak dan ibu adalah Nabi Adam, malaikat, unta Nabi Shalih dan kambing Nabi Ibrahim.

-Makhluk yang diciptakan dari api adalah Iblis, yang diadzab dengan api ialah Abu Jahal dan yang terpelihara dari api adalah Nabi Ibrahim. Allah SWT berfirman, "Wahai api dinginlah dan selamatkan Ibrahim." (Al-Anbiya': 69).

-Makhluk yang terbuat dari batu adalah unta Nabi Shalih, yang diadzab dengan batu adalah tentara bergajah dan yang terpelihara dari batu adalah Ash-habul Kahfi (penghuni gua).

-Sesuatu yang diciptakan Allah dan dianggap perkara besar adalah tipu daya wanita, sebagaimana firman Allah SWT,
þ"Sesungguhnya tipu daya kaum wanita itu sangatlah besar." (Yusuf: 28).

-Adapun pohon yang memiliki 12 ranting setiap ranting mempunyai 30 daun, setiap daun mempunyai 5 buah, 3 di bawah teduhan dan dua di bawah sinaran matahari maknanya: Pohon adalah tahun, ranting adalah bulan, daun adalah hari dan buahnya adalah shalat yang lima waktu, tiga dikerjakan di malam hari dan dua di siang hari.

Pendeta dan para hadirin merasa takjub mende-ngar jawaban pemuda muslim tersebut. Kemudian ia pamit dan beranjak hendak pergi. Namun ia mengu-rungkan niatnya dan meminta kepada pendeta agar menjawab satu pertanyaan saja. Permintaan ini dise-tujui oleh sang pendeta. Pemuda ini berkata, "Apakah kunci surga itu?" mendengar pertanyaan itu lidah sang pendeta menjadi kelu, hatinya diselimuti keraguan dan rona wajahnya pun berubah. Ia berusaha menyem-bunyikan kekhawatirannya, namun hasilnya nihil. Orang-orang yang hadir di gereja itu terus mende-saknya agar menjawab pertanyaan tersebut, namun ia berusaha mengelak.

Mereka berkata, "Anda telah melontarkan 22 per-tanyaan kepadanya dan semuanya ia jawab, sementara ia hanya memberimu satu pertanyaan namun anda tidak mampu menjawabnya!" Pendeta tersebut berka-ta, "Sungguh aku mengetahui jawaban dari pertanyaan tersebut, namun aku takut kalian marah." Mereka menjawab, "Kami akan jamin keselamatan anda." Sang pendeta pun berkata, "Jawabannya ialah: Asyhadu an La Ilaha Illallah wa anna Muhammadar Rasulullah."

Lantas sang pendeta dan orang-orang yang hadir di gereja itu memeluk agama Islam. Sungguh Allah telah menganugrahkan kebaikan dan menjaga mereka dengan Islam melalui tangan seorang pemuda muslim yang bertakwa.**

* Penulis tidak menyebutkan yang kesembilan (pent.)
** Kisah nyata ini diambil dari Mausu'ah al-Qishash al-Waqi'ah melalui internet, www.gesah.net

Mati Saat berdandan

Temanku berkata kepadaku, "Ketika perang teluk berlangsung, aku sedang berada di Mesir dan sebelum perang meletus, aku sudah terbiasa menguburkan mayat di Kuwait yang aku ketahui dari masyarakat setempat. Salah seorang familiku menghubungiku meminta agar menguburkan ibu mereka yang meninggal. Aku pergi ke pekuburan dan aku menunggu di tempat memandikan mayat.

Di sana aku melihat empat wanita berhijab bergegas meninggalkan tempat memandikan mayat tersebut. Aku tidak menanyakan sebab mereka keluar dari tempat itu karena memang bukan urusanku. Beberapa menit kemudian wanita yang memandikan mayat keluar dan memintaku agar menolongnya memandikan mayat tersebut. Aku katakan kepadanya, 'Ini tidak boleh, karena tidak halal bagi seorang lelaki melihat aurat wanita.' Tetapi ia mengemukakan alasannya bahwa jenazah wanita yang satu ini sangat besar.

Kemudian wanita itu kembali masuk dan memandikan mayat tersebut. Setelah selesai dikafankan, ia memanggil kami agar mayat tersebut diusung. Karena jenazah ini terlalu berat, kami berjumlah sebelas orang masuk ke dalam untuk mengangkatnya. Setelah sampai di lubang kuburan (kebiasaan penduduk Mesir membuat pekuburan seperti ruangan lalu dengan menggunakan tangga, mereka menurunkan mayat ke ruangan tersebut dan meletakkannya di dalamnya dengan tidak ditimbun).

Kami buka lubang masuknya dan kami turunkan dari pundak kami. Namun tiba-tiba jenazahnya terlepas dan terjatuh ke dalam dan tidak sempat kami tangkap kembali hingga aku mendengar dari gemeretak tulangnya yang patah ketika jenazah itu jatuh. Aku melihat ke dalam ternyata kain kafannya sedikit terbuka sehingga terlihat auratnya. Aku segera melompat ke jenazah dan menutup aurat tersebut.

Lalu dengan susah payah aku menyeretnya ke arah kiblat dan aku buka kafan di bagian mukanya. Aku melihat pemandangan yang aneh. Matanya terbe-lalak dan berwarna hitam. Aku menjadi takut dan segera memanjat ke atas dengan tidak menoleh ke belakang lagi.

Setelah sampai di apartemen, aku menghubungi salah seorang anak perempuan jenazah. Ia bersumpah agar aku menceritakan apa yang terjadi saat memasukkan jenazah ke dalam kuburan. Aku berusaha untuk mengelak, namun ia terus mendesakku hingga akhirnya terpaksa harus memberitahukannya. Ia berkata, "Ya Syaikh (panggilan yang sering diucapkan kepada seorang ustadz-red), ketika anda melihat kami bergegas keluar dikarenakan kami melihat wajah ibu kami menghitam, karena ibu kami tidak pernah sekalipun melaksanakan shalat dan meninggal dalam keadaan berdandan."

Kisah nyata ini menegaskan bahwa Allah SWT menghendaki agar sebagian hamba-Nya melihat bekas Su'ul khatimah hamba-Nya yang durhaka agar menjadi pelajaran bagi yang masih hidup. Sesungguhnya yang demikian itu merupakan pelajaran bagi orang-orang yang berakal.

(SUMBER: Serial Kisah Teladan karya Muhammad bin Shalih al-Qahthani, Juz 2 seperti yang dinukilnya dari Kisah-Kisah Nyata karya Abdul Hamid Jasim al-Bilaly, PENERBIT DARUL HAQ)

Kamus bahasa Arab Elektronik v.2

Kamus bahasa Arab Elektronik v.2

Assalamu 'Alaikum wr. wb. . . . . !!!
Bagi anda pecinta bahasa arab, khususnya para pelajar bahasa arab atau penterjemah yang mengalami kendala dalam masalah kosa kata bahasa arab, jangan khawatir lagi, karena kali ini ane mau Share software pembantu yakni " Kamus Bahasa Arab v.2 ", sebagian besar anda mungkin sudah mengenal apa itu Kamus Al-Munawwir, Kamus yang sudah melegenda dikalangan pecinta bahasa arab.

nah, kamus Bahasa Arab v.2 ini diibaratkan sebagai Kamus Al-Munawwir elektronik yang mana sangat dikenal dengan kelengkapan dan kevalidan isinya,

Berikut sedikit review dari kamus ini:

1. Kosakata awal lebih dari 95.000 kata.
2. Mendukung fasilitas windows pop-up, perbaikan fasilitas windows pop-up.
3. Penambahan 102 kosakata ‘asry (kontemporer).
4. Perbaikan algoritma pemrograman.
5. Pembuatan catatan history.
6. Perbaikan Tool Tip Text “Kamus Bahasa Arab” pada icon tray yang terlampau lebar.
7. Perbaikan tulisan arab pada mashdar seperti فَضْلًا menjadi فَضْلاً

Catatan: Jika tulisan arab dalam software ini tidak terbaca berarti ada yang belum benar dengan instalasi windows anda, karena kamus ini hanya bisa berjalan dalam lingkungan windows yang mendukung tulisan arab.

Akan tetapi kamus ini masih memerlukan perbaikan, diantaranya:

1. Penambahan sekitar 70.000 kosakata kontemporer (’asry), kamus ini selanjutnya akan memiliki sekitar 160.000 kosakata lebih. Insya Allah
2. Perbaikan dalam metode pencarian
3. Penambahan virtual keyboard
4. Penambahan fasilitas-fasilitas lainnya

Kelebihan lain dari kamus ini adalah, memudahkan kita dalam mencari arti dalam Software Maktabah Syamilah, tinggal kita blok kata yang ingin di cari arti bahasa indonesianya, kemudian tekan ctrl + C (Copy file) maka akan muncul kosakata yang sesuai dari kamus beserta artinya.

cara install :
  1. aplikasi hanya dapat dijalankan dalam OS Windows (XP dan selanjutnya)
  2. pastikan windows anda mendukung input bahasa arab :
    buka control panel
    klik language and region
    pilih administrative >> change system local .>> arabic (saudi arabia)
    ikuti petunjuk selanjutnya
  3. install aplikasi kamus.exe dengan mengikuti petunjuk penginstalan
  4. setelah selesai diinstall, cari program aplikasinya di start menu lalu klik kanan dan klik Run As Administrator.
  5. 5. aplikasi siap dijalankan.
Harapannya kamus ini dapat digunakan untuk membantu penerjemahan baik teks klasik maupun kontemporer.

untuk mendapatkan filnya silakan klik link berikut :

Kamus bahasa Arab Elektronik v.2

OK? wassalam

Perpustakaan bahasa Arab Digital



Perpustakaan bahasa Arab Digital

Assalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh !!
Disamping sebagai salah satu dari enam bahasa resmi dunia, Bahasa Arab adalah bahasa yang paling kompleks, dan paling lengkap serta paling tepat untuk mengungkapkan suatu ungkapan. tidak hanya didukung oleh pendapat para ahli bahasa arab di dunia arab saja, melainkan para ahli bahasa dari seluruh dunia.

Seperti Misalnya hali bahasa Perancis Ernest Reynan, mengatakan bahwa bahasa arab adalah bahasa yang yang sempurna sejaka awal keberadaannya, tidak ada bandingnya dan tidak akan punah selama-lamanya. pendapat lainnya dikatakan oleh Gostav, Pakar bahasa Jerman yang menjelaskan bahwa Arab merupakan bahasa dengan kosa kata terkaya, senada dengan yang diungkapkan oleh Imam As-Suyuthiy.

berebeda dengan bahasa utama Internasional saat ini, Bahasa Inggris, Bahasa yang sudah mengalami perombakan, Bahasa Inggris pada awal mulanya bukanlah bahasa asli orang britania raya, melainkan bahasa Kaum Angelo Frisian dari Jerman Barat, mereka datang ke Inggris untuk menjajah, hingga kemudian merubah bahasa di sana, hingga akhirnya penjajah diambil oleh bangsa Skandanafia dan untuk kedua kalinya bahasa Inggris berubah padaabad ke delapan sampai abad ke Sembilan.

dan untuk ketiga kalinya, bahasa inggris berubah lagi setelah kedatangan Bangsa Norwegia yang menjajah Inggirs pada abad ke sebelas. dan kemudian berubah lagi pada abad ke 15 dan ke 17, hingga jadilah bahasa inggris yang kita temui sekarang ini. tidak halnya dengan bahasa Arab, bahasa yang sudah dianggap sebagai bahasa resmi di dunia arab pada 25 negara ini, sudah berumur ribuan tahun paling tidak.

mungkin karena kekomplekan dan kesempurnaan bahasa ini, beberapa orang berpendapat bahwa bahasa arab sangatlah susah dipelajari, namun disana sini, sudah banyak buku yang ditulis untuk mempelajari bahasa arab, bahkan mungkin ribuan karya karya fenomenal yang beredar di seluruh dunia. diantaranya kitab yang dianggap sebagai kitab Acuan adalah yang berjudul AL-Kitab karya Imam Sibawaih, dan Alfiah karya Ibnu Malik.


begitu juga dengan versi perangkat digitalnya, terlebih lagi, akhir-akhir ini juga beredar banyak perangkat digital berupa perpustakan digital yang terdiri dari berbagai referensi kitab, seperti Maktabh Syamilah dan lain lain. Nah, kali ini kami hadir dengan Software perpustakaan buku mirip " Maktabah Syamilah ", tapi bedanya software ini lebih terspesifikasi pada perpustakaan kebahasaan arab !!!

maktaba_laghwya_pic_01

Perpustakaan bahasa Arab Digital

OK? semoga bermanfaat
Wassalamu 'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh