Powered by Blogger.

Cinta Orang Tua

Posted by Islamic And Arabic Center



Pada Suatu petang tua bersama anak mudanya yang baru menamatkan pendidikan tinggi duduk berbincang-bincang di halaman rumah sembari memperhatikan suasana sekitar. Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting pohon di halaman tersebut. Si ayah kemudian menunjuk kea rah gagak tersebut seraya bertanya
“ Nak, Itu apa ya ? ”
“ burung gagak “, jawab si anak datar
Si ayah hanya mengangguk-angguk, namun sejurus kemudian si ayah kembali mengulangi pertanyaan yang sama. Si anak menyangka ayahnya kurang endengar jawabannya tadi, lalu dijawabnya pertanyaan ayahnya dengan sedikit mengeraskan suaranya
“ burung gagak, ayah “.

Tetapi sejurus kemudian si ayah bertanya lagi dengan pertanyaan yang sama, si anak agak sedikit bingung dengan pertanyaan sama yang dilontarkan ayahnya berulang-ulang, lalu menjawab dengan kuat
“BURUNG GAGAK !! “, si ayah terdiam seketika.

namun tak lama kemudian sekali lagi si ayah mengajukan pertanyaan serupa hingga membuat si anak kehilangan kesabaran dan menjawab dengan nada kesal
“ itu gagak, ayah !! “, tetapi, agak mengejutkan si anak, ternyata si ayah sekali lagi membuka meulut dengan melontarkan pertanyaan yang sama, dan kali ini si anak benar-benar merasa kehilangan kesabaran.
“ ayah, saya tak tahu ayah paham atau tidak, tapi sudah lima kali ayah bertanya soal hal tersebut, dan saya juga memberikan jawaban yang benar, apalagi yang ayah mau untuk saya katakana ?, itu burung gagak, gagak, gagak ayah “.

Si ayah kemudian beranjak masuk ke dalam rumah membiarkan si anak kebingungan, dan sesaat kemudian keluar dengan membawa sesuatu di tangannya dan menyerahkannya pada anaknya yang masih geram bertanya-tanya, di perlihatkannya sebuah diary lama.
“ coba kau baca apa yang pernah ayah tulis di dalam diary ini “ pinta si ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang berikut.
“ hari ini aku berada di halaman rumah sedang melayani anakku yang genap berumur lima tahun, tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon depan rumah. Anakku menunjuk kea rah gagak dan bertanya
“ Ayah, itu apa ? “.

Dan aku menjawab,
“burung gagak, nak “.

Walau bagaimanapun, anakku terus mengulangi pertanyaan serupa 25 kali, dank u jawab dengan jawaban yang sama demi rasa cinta dan sayangku aku terus memenuhi perasaan ingin tahunya. Aku berharap ini bisa menjadi pelajaran berharga baginya kelak “.
Setelah selesai mebaca paragraph tersebut, si anak mengangkat muka memandang wajah si ayah yang sayu, si ayah dengan tersenyum bersuara
“ anakku, hari ini ayah baru bertanya kepadamu soal yang sama sebanyak lima kali dank au telah kehilangan kesabaran serta marah “.

Si anak kemudian menangis seketika dan bersimpuh di kedua kaki ayahnya.


Author : PercikanIman.org
Shared : Kisah Penuh Hikmah

virouz007.wordpress.com

Related Post



Post a Comment