Powered by Blogger.

Bina' Isim : Kekakuan (kebekuan) sntaksis pada isim

Posted by Islamic And Arabic Center

بِنَاءُ الأَسْمَاءِ

Sudah kita bahas pada pembahasan sebelumnya mengenai I'rab pada Isim, dimana perubahan tersebut bisa ditandai dengan perubahan harakat yang biasanya di alami oleh isim Mufrad (tunggal) dan perubahan dengan huruf yang biasanya di alami oleh isim mutsanna (dual) dan jama' (Plural) kecuali jama' Muannats Salim yang man tetap dengan cara perubahan harakat.

ada satu lagi bentuk jama' yang hampir kita lupakan, yaitu Jama' Taksir, atau jama' yang tidak memiliki kaidah morfologi yang jelas, di karenakan begitu banyak bentuk dari jama' jenis ini.
jama' ini juga mengalami perubahan dengan cara merubah harakat.

Perlu diketahui bahwa tidak semua Isim bisa mengalami I'rab atau perubahan harakat diakhir kata. Dalam hal ini, Isim terbagi dua:

1) ISIM MU'RAB ( اِسْم مُعْرَب ) yaitu Isim yang bisa mengalami I'rab. Kebanyakan Isim adalah Isim Mu'rab artinya bisa berubah akhirnya, tergantung kedudukannya dalam kalimat.

2) ISIM MABNI ( اِسْم مَبْنِي ) yaitu Isim yang tidak terpengaruh kaidah-kaidah I'rab, dalam posisi dan kedudukan apapun. diantaranya adalah: Isim Dhamir (Kata Ganti), Isim Isyarat (Kata Tunjuk), Isim Maushul (Kata Sambung), Isim Istifham (Kata Tanya).

Perhatikan contoh Isim Mabni dalam kalimat-kalimat di bawah ini:

جَاءَ هَؤُلاَءِ = Mereka datang, Ha-Ula' atau mereka dengan posisi Rafa' sebagai Objek
 رَأَيْتُ هَؤُلاَءِ = aku melihat mereka, posisi Nashab sebagai Objek
سَلَّمْتُ عَلَى هَؤُلاَءِ = aku memberi salam kepada mereka, posisi jarr setelah didahului harf Jarr.

Dalam contoh-contoh di atas terlihat bahwa Isim Isyarah هَؤُلاَءِ (mereka) tidak mengalami I'rab atau perubahan di akhir kata, meskipun kedudukannya dalam kalimat berubah-ubah, baik sebagai Subjek, Objek maupun Keterangan. Isim Isyarah termasuk diantara kelompok Isim Mabni.

Related Post



Post a Comment